Nilai Kratom Melesat, Ekstraknya Tembus Rp90 Juta per Kilogram

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 23 September 2024 | 10:15 WIB
Kratom, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (Dok. Pontianak Globe)
Kratom, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mendorong pengembangan hilirisasi produk tanaman herbal kratom yang memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti makanan, minuman, farmasi, dan kesehatan.

Menurutnya, ekstrak kratom dapat bernilai hingga Rp90 juta per kilogram.

Baca Juga: Manfaat Menakjubkan dari Naik Tangga, Jaga Kesehatan dengan Langkah Sederhana

Jika dikembangkan lebih lanjut, bisa meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia daripada hanya menjualnya sebagai bahan mentah.

Teten menjelaskan bahwa teknologi yang diperlukan untuk mengolah kratom menjadi produk hilir tidak mahal dan mudah didapat.

Baca Juga: Dampak Negatif Gula, Sebaiknya Kenali 5 Efek Buruknya bagi Kesehatan

Ia juga menyoroti bahwa beberapa negara, seperti India dan Amerika Serikat, telah memanfaatkan potensi kratom.

Dalam pengembangan ini, diperlukan pabrik pengolahan dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar, sementara harga alat produksi ekstraksi hanya sekitar Rp3,5 miliar.

Tanaman kratom, yang telah ditetapkan sebagai herbal oleh pemerintah, dipastikan aman dan tidak termasuk narkotika golongan I.

Baca Juga: Kurangi Konsumsi Gula, Ini Lima Alasan untuk Meningkatkan Kesehatan Anda

Meski sempat dilarang di Amerika Serikat karena terkontaminasi bakteri E. Coli, kratom tetap dianggap potensial untuk industri global.

Nilai ekspor kratom Indonesia juga terus tumbuh dengan tren 15,92 persen per tahun sejak 2019, dan Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar.

Baca Juga: Mahalini Tegaskan Tidak Selingkuh dari Rizky Febian, Laporkan Akun TikTok Penyebar Fitnah

CEO Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh), Yohanis Walean, menambahkan bahwa kratom memiliki potensi lebih besar dari sawit, dan penanaman kratom tidak rumit asalkan dekat dengan sumber air, seperti daerah aliran sungai dan rawa.

Dengan potensi besar ini, Teten berharap Indonesia bisa memanfaatkan peluang kratom secara maksimal agar tidak kalah dari negara lain. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X