PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Mengukur efisiensi mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tak cukup hanya melihat angka konsumsi bahan bakar di panel instrumen. Untuk membuktikannya, Kilat.com, anggota Promedia Group, mengikuti media test drive BYD M6 DM dengan rute Bandung–Padalarang–Purwakarta–Wanayasa–Ciater–Bandung sejauh sekitar 152 kilometer, Selasa (14/7/2026).
Rute tersebut dipilih untuk merepresentasikan penggunaan sehari-hari karena mencakup jalan tol, jalan perkotaan yang padat, tanjakan, turunan, tikungan, hingga kemacetan di Kota Bandung.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes Al-Ibrahimy NW Pertanyakan Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Santri
Selama pengujian, mobil dikendarai dalam mode otomatis dengan AC menyala pada suhu 18–23 derajat Celsius. Kendaraan diisi tiga orang dewasa dengan total bobot sekitar 180–200 kilogram.
Pengemudi juga tidak menerapkan teknik eco driving, bahkan beberapa kali melakukan akselerasi cukup agresif untuk mengikuti rombongan.
Kecepatan rata-rata yang tercatat di panel instrumen mencapai sekitar 31 km/jam. Angka tersebut dipengaruhi beberapa kali pemberhentian untuk dokumentasi dan pengarahan selama perjalanan.
Bensin Terpakai Hanya 2,19 Liter
Usai perjalanan, BYD menggunakan metode full to full, yakni mengisi kembali tangki hingga penuh untuk mengetahui konsumsi bensin yang sebenarnya.
Hasilnya, untuk menempuh jarak sekitar 152 kilometer, bensin yang terpakai hanya 2,19 liter Pertamax atau senilai sekitar Rp35.590.
Efisiensi Tak Bisa Diukur dari Bensin Saja
Sebagai mobil PHEV, BYD M6 DM mengandalkan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin. Karena itu, efisiensi kendaraan tidak bisa dinilai hanya dari konsumsi bahan bakar.
Perjalanan dimulai dengan baterai terisi penuh 100 persen. Saat mencapai kawasan Ciater, kapasitas baterai turun menjadi sekitar 20 persen.
Dalam perjalanan kembali ke Bandung, fitur regenerative braking mengisi ulang baterai melalui energi deselerasi sehingga kapasitasnya kembali naik menjadi sekitar 27 persen saat finis.
Mesin bensin baru bekerja ketika sistem membutuhkan tenaga tambahan, seperti saat baterai mulai menipis atau kendaraan melewati tanjakan dan membutuhkan akselerasi lebih besar.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Lombok Tengah Jenguk Tersangka Kasus Kebakaran Ponpes, Imbau Masyarakat Bertabayun
Mengapa FBI dan Secret Service AS Terlibat dalam Penyidikan Kasus Korupsi Febrie Adriansyah?
Polisi Selidiki Motif Ledakan Diduga Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Siswa Kelas XII Diamankan
Praktisi Hukum Soroti Dugaan Korupsi Lahan Kompensasi PT BSI di Sukabumi, Minta Kejelasan Penanganan Perkara
Satgas PKH Gagalkan Dugaan Pencurian Tugboat Republic 10 di Sungai Barito, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Pimpinan Ponpes Al-Ibrahimy NW Pertanyakan Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Santri