Menelusuri Jejak Kratom: Manfaat, Kontroversi, dan Potensi Medis

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Senin, 24 Juni 2024 | 12:45 WIB
Daun kratom dan remahannya yang sudah diolah dalam bentuk bubuk. Kabupaten Kapuas Hulu di Kalbar menjadi daerah paling banyak menghasilkan daun kratom.
Daun kratom dan remahannya yang sudah diolah dalam bentuk bubuk. Kabupaten Kapuas Hulu di Kalbar menjadi daerah paling banyak menghasilkan daun kratom.

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kratom, dikenal secara ilmiah sebagai Mitragyna speciosa Korth, adalah tanaman tropis yang tumbuh di Asia Tenggara, terutama di Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Papua Nugini.

Dalam beberapa tahun terakhir, kratom telah menarik perhatian secara global, baik sebagai subjek penelitian ilmiah maupun sebagai topik diskusi di kalangan pengguna herbal dan obat tradisional.

Baca Juga: Ronaldo Bawa Portugal Melaju ke 16 Besar Euro 2024, Ikuti Jejak Jerman dan Spanyol

1. Penggunaan Tradisional Kratom

Sejak lama, penduduk asli di Asia Tenggara telah menggunakan daun kratom untuk berbagai keperluan.

Di Thailand dan Malaysia, daun ini dikunyah atau diseduh menjadi teh sebagai bagian dari upacara adat atau untuk mengatasi kelelahan dan meningkatkan stamina.

Selain itu, daun kratom juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan nyeri, mengobati diare, dan sebagai tonik kesehatan umum.

2. Kandungan dan Manfaat Kratom

Daun kratom mengandung lebih dari 40 senyawa aktif, dengan alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine sebagai yang paling menonjol.

Mitragynine memiliki efek stimulan pada dosis rendah dan efek sedatif pada dosis tinggi.

Pada dosis rendah, kratom dapat meningkatkan energi, fokus, dan semangat, sementara pada dosis tinggi, dapat menenangkan dan bahkan membantu tidur.

Baca Juga: Tedesco Lega Belgia Raih 3 Poin Penting, Siap Tempur Lawan Ukraina

3. Kontroversi dan Potensi Medis

Kratom menjadi pilihan bagi banyak orang yang mencari alternatif alami untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti nyeri kronis, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur.

Beberapa pengguna melaporkan bahwa kratom membantu dalam proses penghentian ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang atau opioid dengan mengurangi gejala putus obat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X