Menguak Fakta Kratom Si Pohon Uang, Herbal Berkhasiat atau Bahaya Tersembunyi?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 11 April 2025 | 06:05 WIB
Potret ilustrasi budidaya kratom Indonesia. (kaltim.bnn.go.id)
Potret ilustrasi budidaya kratom Indonesia. (kaltim.bnn.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Di tengah lebatnya hutan tropis Kalimantan, tumbuhlah sejenis tanaman bernama Mitragyna speciosa, atau yang lebih dikenal sebagai kratom.

Bagi sebagian masyarakat pedalaman, kratom bukanlah tanaman asing.

Baca Juga: Ayu Aulia Ungkap Kondisi Ekonomi Lisa Mariana, Ternyata Rumah Hampir Roboh, Biaya Persalinan Diduga Ditanggung Ridwan Kamil

Ia telah lama digunakan sebagai penambah energi untuk menempuh perjalanan jauh dan sebagai pereda nyeri alami.

Namun, siapa sangka, daun yang dijemur dan diseduh layaknya teh ini kini menjadi sorotan nasional dan internasional?

Kratom kini jadi perbincangan hangat.

Bukan hanya karena manfaat herbal yang diklaim banyak orang, tetapi juga karena potensi bahayanya yang disebut-sebut lebih kuat dari morfin.

Video dokumenter pendek dari kanal YouTube Narasi Newsroom membongkar fenomena ini dari berbagai sisi—dari masyarakat yang menggantungkan hidup pada tanaman ini, hingga polemik antara lembaga pemerintah dan riset soal legalitas dan efek sampingnya.

Di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kratom telah menjadi tumpuan ekonomi ribuan petani.

Daunnya dipetik, dijemur, digiling, lalu diekspor ke berbagai negara, utamanya ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Update Perang Dagang AS vs China: Australia Tolak Ajakan China Lawan Tarif Resiprokal Trump

Di sana, kratom dipasarkan sebagai suplemen herbal, dalam bentuk serbuk, kapsul, hingga teh celup. Harganya di pasar ekspor cukup menggiurkan.

"Ini bukan sekadar daun. Ini harapan kami," kata seorang petani lokal dalam video tersebut, sembari menunjukkan tumpukan daun kratom siap jual.

Antara Herbal dan Bahaya Tersembunyi

Namun di balik manfaat ekonominya, kratom menyimpan kontroversi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: YouTube Narasi Newsroom

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X