Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan' Berlanjut, Editor Koran Gala Terima Bantuan Atap Alduro

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:50 WIB
Penggantian atap di rumah jurnalis Koran Gala dan KoranGala.id, Kiki Kurnia di Bandung dalam program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’.  (Dok. Koran Gala/Kiki)
Penggantian atap di rumah jurnalis Koran Gala dan KoranGala.id, Kiki Kurnia di Bandung dalam program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’. (Dok. Koran Gala/Kiki)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan' yang digagas Promedia Group bersama PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) terus berlanjut. Kali ini, bantuan diberikan kepada wartawan sekaligus editor Koran Gala dan KoranGala.id, Kiki Kurnia.

Kiki yang tinggal di Komplek Bumi Bhakti Abadi (BBA) A9, Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terpilih sebagai penerima bantuan penggantian atap kamar utama rumahnya.

Baca Juga: Qodari Sebut Seskab Teddy Indra Wijaya Layak Jadi Panutan Taruna Akmil

Atap lama yang sebelumnya menggunakan seng dan asbes diganti dengan atap Alduro, sehingga diharapkan membuat hunian menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat.

Program ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan insan pers. Melalui inisiatif tersebut, Promedia Group dan PT SKI berharap semakin banyak wartawan yang memiliki tempat tinggal yang layak sehingga dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan lebih optimal dalam melayani masyarakat.

Pengerjaan Rampung dalam Dua Hari

Proses penggantian atap dipimpin oleh Junaeri dari Jakarta setelah rumah Kiki melalui proses verifikasi.

Pengerjaan berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 13-14 Juli 2026.

Awalnya, pekerjaan ditargetkan selesai dalam tiga hari. Namun, berkat kekompakan tim serta kondisi cuaca yang mendukung, proses penggantian atap dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal.

Selain memasang atap Alduro, tim juga memperbaiki plafon kamar utama agar kondisi ruangan menjadi lebih nyaman dan sehat.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih dalam program ini. Saya tidak menyangka sama sekali akan menjadi penerima manfaat. Selama menjadi jurnalis, saya ikut membantu mengusulkan dengan memberitakan kondisi rumah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Tapi kali ini, saya sendiri yang mendapat perhatian. Alhamdulillah masih banyak yang peduli terhadap sesama insan pers," ujar Kiki.

Baca Juga: Pimpinan Ponpes Al-Ibrahimy NW Pertanyakan Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Santri

Atap Lama Sering Menimbulkan Masalah

Kiki mengungkapkan, selama belasan tahun kamar utamanya menggunakan atap asbes dan seng. Kondisi tersebut membuat suhu ruangan terasa panas, terutama saat musim kemarau, sekaligus menimbulkan kekhawatiran saat cuaca buruk.

"Kalau hujan turun suaranya berisik, bahkan saya dan istri terkadang merasa takut, apalagi hujan disertai angin kencang. Pasalnya atap asbes sempat terbang terbawa angin kencang, sehingga kamar utama kami basah kuyup," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X