PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) serius memanfaatkan potensi ekspor tanaman kratom Indonesia.
Pada Kamis, 20 Juni 2024, Jokowi mengadakan rapat dengan sejumlah menteri ekonomi untuk membahas rencana ini, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan beberapa menteri lainnya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Raja Euro: Catat Koleksi Rekor Sang Legenda
Kratom adalah tanaman dari suku Rubiaceae, sama seperti kopi.
Pohon ini memiliki batang lurus dan kulit batang berwarna abu kecoklatan, dengan daun berwarna hijau atau coklat kemerahan.
Kratom tumbuh subur di daerah dekat aliran sungai dengan tanah aluvial yang kaya bahan organik, banyak ditemukan di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, dan lainnya.
Secara tradisional, kratom digunakan di Malaysia dan Thailand untuk mengurangi nyeri, relaksasi, mengatasi diare, menurunkan panas, dan mengurangi kadar gula darah.
Baca Juga: Terjebak Kutukan, Mampukah Ia Kembali? Saksikan Aksi Menegangkan Spiritwalker di Vidio
Di Indonesia, kratom digunakan untuk menambah stamina, mengatasi nyeri, rematik, hipertensi, diabetes, susah tidur, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Daun kratom bisa dikunyah, diseduh, dihisap, atau dikonsumsi sebagai tablet atau kapsul.
Dalam dosis rendah, kratom memiliki efek stimulan, sedangkan dosis tinggi memberikan efek sedatif.
Efek ini berasal dari senyawa mitraginin dan 7-hidroksimitraginin yang memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, antidepresan, psikoaktif, dan opioid.
Namun, kratom juga berpotensi disalahgunakan, menyebabkan kejang, psikosis, dan kematian.
Baca Juga: Pernikahan Beby Tsabina dan Rizki Natakusumah: Suami ‘Sultan’ dengan Mahar Emas 400 Mayam
Saat ini, kratom diekspor tanpa pengaturan pemerintah, menyebabkan penurunan harga dan penolakan produk karena kurangnya standardisasi.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terkait Budidaya Kratom di Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Sebut Rencana Budidaya Kratom Setelah Regulasi
BNN RI Minta Masyarakat Tidak Gunakan Kratom Selama Penelitian Masih Berlangsung
Legalisasi Kratom: Hal Ini yang Perlu Kamu Diketahui tentang Manfaat dan Risikonya
Ekspor Kratom Indonesia Mengalami Tren Positif, Nilai dan Volume Meningkat Signifikan
Menelusuri Jejak Kratom: Manfaat, Kontroversi, dan Potensi Medis