Setelah rapat, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pemerintah akan mengatur tata kelola, tata niaga, dan legalitas kratom.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Kratom: Manfaat, Kontroversi, dan Potensi Medis
Kementerian Perdagangan akan mengatur standardisasi produk ekspor, menghindari kontaminasi bakteri dan logam berat. Standardisasi ini akan diawasi oleh BPOM dan surveyor. 'Kementerian Pertanian juga akan dilibatkan untuk mengelola produksi kratom, meski saat ini kratom dianggap tanaman hutan.
Meskipun kratom disebut masuk kategori narkotika golongan I sebagai New Psychoactive Substances (NPS), Kementerian Kesehatan menyatakan kratom tidak termasuk narkotika. Pemerintah akan mengatur kadar zat sedatif yang aman digunakan, dengan riset dari BRIN untuk menentukan standar aman bagi masyarakat.
Artikel lengkap dapat dibaca di DetikFinance melalui [tautan ini](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7406349/apa-itu-tanaman-kratom-yang-digenjot-jokowi-jadi-komoditas-ekspor).
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terkait Budidaya Kratom di Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Sebut Rencana Budidaya Kratom Setelah Regulasi
BNN RI Minta Masyarakat Tidak Gunakan Kratom Selama Penelitian Masih Berlangsung
Legalisasi Kratom: Hal Ini yang Perlu Kamu Diketahui tentang Manfaat dan Risikonya
Ekspor Kratom Indonesia Mengalami Tren Positif, Nilai dan Volume Meningkat Signifikan
Menelusuri Jejak Kratom: Manfaat, Kontroversi, dan Potensi Medis