PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Tragedi kecelakaan beruntun antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban.
Peristiwa nahas itu bermula dari terganggunya perjalanan kereta akibat sebuah taksi yang tertemper KRL lain di sekitar area stasiun.
Kondisi tersebut membuat rangkaian KRL di belakangnya terpaksa berhenti. Di saat bersamaan, KA Argo Bromo datang dari arah belakang dan menghantam bagian belakang KRL, tepatnya pada gerbong khusus perempuan.
Baca Juga: Eksploitasi Anak di Ruang Publik, Kasus CFD Malang Picu Kemarahan
Salah satu korban yang meninggal dunia adalah Harum Anjarsari (30). Ia telah teridentifikasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Rabu (29/4/2026)..
Sang suami, Radit, tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang momen terakhir sebelum kepergian istrinya. Ia mengaku pertama kali mendapatkan kabar terkait kondisi sang istri dari petugas pemadam kebakaran.
"Saya telepon, lalu diangkat oleh Damkar," ungkapnya dengan suara bergetar.
Setelah kejadian, Radit diminta untuk mencari keberadaan istrinya di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Saat itu, ia masih berharap sang istri hanya mengalami luka dan sedang dirawat.
"Disuruh mencari keberadaan istri saya di RS terdekat," tuturnya.
"Waktu itu saya berdoanya ya handphone-nya saja yang di situ, jadi istri saya tuh sudah di rumah sakit," lanjutnya.
Namun, harapan itu berubah menjadi duka. Setelah berkeliling mencari, Radit akhirnya menemukan istrinya di RS Polri Kramat Jati dalam kondisi telah meninggal dunia.
Baca Juga: Dasco Telepon Prabowo, Langsung Bergerak: Rp4 Triliun Digelontorkan untuk Perlintasan KA
Ia pun mengaku diliputi rasa bersalah karena tidak bisa menemani istrinya di saat-saat terakhir.
"Saya merasa bersalah, kenapa dia harus kerja," ucapnya lirih.
Selain itu, ia juga merasa tidak mampu menjaga amanah dari keluarga istrinya.
Artikel Terkait
Penumpang Tak Sadar Sudah Tabrakan, Situasi Gelap dan Chaos
KNKT Turun Tangan, Investigasi Kecelakaan Dimulai
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Ungkap Keterbatasan Sistem Pengereman
Lagi-Lagi Green SM! Tabrak Pemotor, Sopir Disorot
Tangis Pagi Hari, Ternyata Jadi Tanda Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terjepit dan Nyaris Kehabisan Napas, Cerita Horor dari Dalam KRL