PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Presiden Prabowo Subianto pada Senin malam, usai meninjau lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Melalui sambungan telepon, Dasco melaporkan kondisi korban sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi dari pemerintah daerah dan aparat, termasuk usulan pembangunan jembatan layang di perlintasan kereta serta kebutuhan peningkatan sistem pengamanan seperti palang pintu.
Baca Juga: Detik-Detik Evakuasi Apartemen Mewah di Tanjung Duren
Selain itu, Dasco juga mendorong percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal yang sebelumnya terhambat persoalan anggaran. Usulan tersebut langsung mendapat persetujuan Presiden sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Menurut Prasetyo, laporan yang disampaikan Dasco membuat Presiden segera mengambil langkah cepat. Selain menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, pemerintah juga langsung menyiapkan anggaran besar untuk pembenahan sistem perkeretaapian.
“ Wakil ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA Di Bekasi, Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian.” ujar Prasetyo.
Presiden juga memberikan arahan agar penanganan korban dilakukan secara maksimal, sekaligus menekankan pentingnya evaluasi teknologi dan sarana perkeretaapian guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden menyebut terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta yang perlu diperbaiki secara menyeluruh. Pemerintah pun menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun untuk meningkatkan keselamatan di seluruh titik tersebut.
“ Kami perhitungkan hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan,” kata Prabowo.
Baca Juga: Terjepit dan Nyaris Kehabisan Napas, Cerita Horor dari Dalam KRL
Tak hanya itu, Presiden juga menyetujui Bantuan Presiden untuk pembangunan flyover Bulak Kapal dengan nilai sekitar Rp200 hingga Rp220 miliar dari total kebutuhan Rp250 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu empat hingga enam bulan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono pun menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan segera menyusun administrasi percepatan pembangunan.***
Artikel Terkait
Sistem Keselamatan Dipertanyakan Usai Insiden Maut KRL di Bekasi Timur
KNKT Turun Tangan, Investigasi Kecelakaan Dimulai
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Ungkap Keterbatasan Sistem Pengereman
Lagi-Lagi Green SM! Tabrak Pemotor, Sopir Disorot
Mimpi Nonton Liverpool Pupus di Rel Kereta Bekasi
Tangis Pagi Hari, Ternyata Jadi Tanda Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi