KNKT Turun Tangan, Investigasi Kecelakaan Dimulai

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 29 April 2026 | 20:37 WIB
Menyoroti dugaan penyebab kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga viral di media sosial. (Dok. Instagram.com/didi_w88 - YouTube.com/TrainspotterID)
Menyoroti dugaan penyebab kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga viral di media sosial. (Dok. Instagram.com/didi_w88 - YouTube.com/TrainspotterID)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Duka mendalam menyelimuti publik usai kecelakaan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Insiden yang terjadi saat jam sibuk pulang kerja itu memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan pengguna KRL.

Unggahan warganet di media sosial menggambarkan kepanikan yang dirasakan. “Jam-jam orang pulang kerja, Ya Allah,” tulis salah satu pengguna. Banyak yang mengaku syok membayangkan kondisi padatnya penumpang saat kejadian berlangsung.

Baca Juga: Penumpang Tak Sadar Sudah Tabrakan, Situasi Gelap dan Chaos

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 12.00 WIB, jumlah korban mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi saat KRL dalam kondisi berhenti akibat insiden sebelumnya, yakni KRL lain yang menabrak taksi di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo menghantam bagian belakang KRL.

Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong khusus perempuan di bagian belakang. Bahkan, bagian depan KA Argo Bromo dilaporkan menembus rangkaian tersebut.

Kepala Basarnas, M Syafii, menyatakan proses evakuasi korban telah selesai dan seluruh korban yang dievakuasi merupakan perempuan.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," ujarnya.
"Proses evakuasi sudah selesai. Seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing-masing," tambahnya.

Di tengah duka, publik masih mempertanyakan penyebab pasti kecelakaan ini. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono, menyebut tim investigasi telah turun langsung ke lokasi sejak malam kejadian.

"Sejak tadi malam 3 orang investigator kami sudah di lapangan," ujarnya.

Ia menegaskan, proses pengumpulan data masih berlangsung dan hasil investigasi belum dapat disimpulkan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkap dugaan awal penyebab kecelakaan. Ia menyebut insiden bermula dari tabrakan antara KRL lain dengan taksi di perlintasan JPL 85.

Baca Juga: AKUB Gandeng BEI Kalbar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Selain itu, terdapat indikasi gangguan pada sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur.

"(Penyebab insiden) ini yang kami curigai itu sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini terganggu," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X