Penumpang Tak Sadar Sudah Tabrakan, Situasi Gelap dan Chaos

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 29 April 2026 | 20:31 WIB
Menyoroti momen kepanikan penumpang KA Argo Bromo usai keretanya menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. YouTube.com/TrainspotterID)
Menyoroti momen kepanikan penumpang KA Argo Bromo usai keretanya menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. YouTube.com/TrainspotterID)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), terekam langsung dalam siaran live seorang YouTuber dengan akun Trainspotter ID.

Dalam video tersebut, detik-detik kecelakaan terlihat jelas saat kereta melaju sebelum tiba-tiba terdengar klakson keras disusul guncangan hebat yang mengejutkan para penumpang.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar. Aduh, nabrak, ya?" teriak sang YouTuber bersama penumpang lain saat benturan terjadi.

Baca Juga: Penanda Tanganan Perjanjian Kerjasama UPGRI Pontianak Gandeng San Agustin Tingkatkan Mutu Lulusan

Suasana di dalam gerbong mendadak panik. Penumpang terlihat mondar-mandir mencoba memahami situasi, sementara teriakan mulai terdengar di berbagai bagian kabin.

"Nabrak, nabrak. Astagfirullahaladzim," ucapnya lagi dalam kepanikan.

Selain guncangan, barang-barang di dalam kereta turut berjatuhan. Koper dari bagasi atas terlihat jatuh ke lantai akibat benturan keras.

"Nabrak. Berantakan semua tasnya," ujar penumpang lain.

Kondisi di luar jendela yang gelap membuat banyak penumpang tidak langsung menyadari bahwa kereta yang mereka tumpangi telah menabrak rangkaian lain di area Stasiun Bekasi Timur. Sejumlah penumpang dari gerbong tengah dan belakang kemudian bergerak ke bagian depan untuk mencari informasi.

Situasi semakin sulit karena pintu kereta tidak dapat dibuka setelah kecelakaan terjadi. Penumpang pun terpaksa bertahan di dalam gerbong sambil menunggu bantuan.

Baca Juga: AKUB Gandeng BEI Kalbar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Secara terpisah, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menyampaikan pembaruan jumlah korban.

"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," ujarnya.

Korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, puluhan korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X