Apa Sebenarnya Tujuan Latsarmil? Latihan Dasar Militer yang Dinilai Wajib Diikuti Calon Manager Kopdes-KNMP

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 Juni 2026 | 23:35 WIB
Sebanyak empat korban calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia.
Sebanyak empat korban calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti ihwal kabar duka yang mengiringi proses seleksi para calon manajer program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sorotan kian tajam, usai 5 orang di antara para calon manajer Kopdes-KNMP itu dikabarkan meninggal dunia saat latihan dasar militer (Latsarmil).

Baca Juga: Kejagung Ungkap Keterlibatan Perwira TNI Aktif dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Bagi yang belum tahu, Latsarmil masuk dalam syarat wajib yang diikuti para peserta seleksi, yang digelar pada berbagai wilayah satuan pendidikan (Satdik) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Di sisi lain, muncul sorotan ihwal tujuan di balik Latsarmil yang menjadi syarat wajib bagi para peserta seleksi manajer Kopdes-KNMP tersebut.

Apa Sebenarnya Tujuan Latsarmil?

Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen Ketut Gede Wetan menilai, tujuan adanya Latsarmil untuk membangun disiplin.

Dalam kasus ini, para calon manajer Kopdes-KNMP dinilai wajib memiliki ketangguhan dan disiplin saat bekerja di bawah tekanan.

"Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, dan profesionalisme," kata Ketut dalam keterangan resminya di kantor Kemhan Jakarta, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

"Kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," sambungnya.

Apa Hubungannya dengan Tugas Manajer?

Ketut menjelaskan, para calon manajer KDKMP dan KNMP wajib memiliki pengalaman Latsarmil, karena nanti mereka akan mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Polisi Aktif di BGN Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG

Kepala BKSDM Kemhan itu mengatakan, dengan jiwa kepemimpinan dan profesionalisme yang kuat, maka koperasi yang dipimpin dapat menjadi faktor penentu kuatnya perekonomian rakyat.

"Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," beber Ketut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB
X