Apa Sebenarnya Tujuan Latsarmil? Latihan Dasar Militer yang Dinilai Wajib Diikuti Calon Manager Kopdes-KNMP

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 Juni 2026 | 23:35 WIB
Sebanyak empat korban calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia.
Sebanyak empat korban calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia.

Kendati demikian, kabar duka yang mengiringi proses seleksi Latsarmil ini hingga kini masih menjadi perhatian bagi sebagian kalangan di Tanah Air.

Tak ayal, sebagian pihak keluarga bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) itu kini dibayangi kecemasan atas adanya kabar duka tersebut.

Baca Juga: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Demokrat Kalbar Dibuka 3-9 Juli

Lantas, bagaimana kronologi wafatnya 5 calon manajer Kopdes-KNMP saat Latsarmil tersebut? Berikut ini daftar lengkap dan kronologinya.

1. Yonanda Muhammad Taufiq - Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja

Pada Rabu, 17 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, Yonanda sempat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan di daerah latihan Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Kala itu, Yonanda dikabarkan sempat berjalan kaki bersama peserta lainnya.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan almarhum mengalami penurunan kesadaran.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan menuturkan, Yonanda kemudian dibawa ke Pos Kesehatan Satdik sebelum dokter memutuskan merujuknya ke RS dr. Noesmir Baturaja.

"Meskipun telah dilakukan tindakan medis secara intensif, pada pukul 18.30 WIB dokter menyatakan almarhum meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest (henti jantung)," ungkap Yonanda dikutip dalam keterangan resminya, pada Minggu, 28 Juni 2026.

2. Anisa Muyassaroh - Satdik Dodikjur Rindam VI Balikpapan

Pada Kamis, 18 Juni 2026, Anisa dikabarkan sempat mengikuti kegiatan pembelajaran saat Latsarmil di Satdik Dodikjur Rindam VI Balikpapan.

Sekitar pukul 13.35 WITA, ia sempat mengeluhkan sesak napas disertai mual.

Anisa sempat dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur sebelum dirujuk ke RST dr. Hardjanto Balikpapan pada pukul 14.05 WITA.

Meski telah mendapat penanganan medis, kondisinya terus memburuk hingga hasil EKG pukul 18.51 WITA menunjukkan flat asystole.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X