PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank DBS Indonesia melalui layanan DBS Treasures memperkuat posisinya sebagai mitra tepercaya untuk wealth management dengan pendekatan advisory-led yang menggabungkan insight global, teknologi terkini, serta personalisasi strategi kekayaan yang proaktif melalui Relationship Manager dan notifikasi digital yang tepat waktu.
Hingga Mei 2026, DBS Treasures mencatat Net Profit After Tax (NPAT) yang tumbuh signifikan sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), melampaui target anggaran sebesar 157 persen.
Baca Juga: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Demokrat Kalbar Dibuka 3-9 Juli
Pertumbuhan ini seiring dengan peningkatan nasabah baru sebesar 73 persen YoY, sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan, serta wealth penetration yang tetap stabil.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat perubahan perilaku nasabah affluent yang semakin signifikan terutama pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global.
Situasi ini menjadi perhatian utama kami, dan secara konsisten kami mengedepankan strategi wealth management yang berbasis insight yang objektif,komprehensif, berorientasi pada peluang, dapat ditindaklanjuti, serta relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada nasabah.”
Baca Juga: KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli dalam Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati Kuansing
Data YTD hingga Mei 2026, IHSG terkoreksi hampir 30 persen dan terjadi arus keluar modal asing sekitar Rp41,16 triliun.
Ketidakpastian pasar global dan domestik ini berpengaruh pada tren penurunan suku bunga serta persaingan promosi perbankan yang semakin ketat sepanjang 2025.
Memasuki tahun 2026 dengan tren kenaikan suku bunga, Bank DBS Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang dipengaruhi oleh meningkatnya apresiasi nasabah dengan skor kepuasan yang solid.
Baca Juga: Viral Diduga Dipepet Patwal RI 21, Pengemudi Ungkap Kronologi hingga Petugas Minta Maaf
Hal ini didasarkan atas kesuksesan rekomendasi portofolio yang lebih personal melalui integrasi wawasan investasi regional dari CIO DBS dan teknologi machine learning terhadap pendampingan investasi.
Atas kinerja tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia.
Pengakuan ini melengkapi kapabilitas investasi Bank DBS Indonesia didukung oleh Chief Investment Office (CIO) DBS yang dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.
Hal ini turut memperkuat posisi Bank DBS Indonesia sebagai mitra tepercaya bagi nasabah dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan lintas generasi.
Artikel Terkait
Aturan Baru Kripto Australia Wajibkan Lisensi, Bank Tak Bisa Sembarangan Tutup Rekening
Misteri Kematian Dirut Bank BJB Disorot, Desakan Transparansi Menguat
Desember Panas! Bank Mandiri Luncurkan Obligasi Rp 5 Triliun, Investor Wajib Tahu!
Identitas Warga Dicuri untuk Buka Rekening, Bank Jateng Bungkam Saat Dimintai Penjelasan
Panduan Lengkap Daftar Bima Mobile Bank Jateng, Simak Cara Aktivasi dan Login
Nasabah BCA di Tasikmalaya Kehilangan Rp160 Juta, Begini Kata Bank Terkait Dugaan Akses Mobile Banking