Tangis Pagi Hari, Ternyata Jadi Tanda Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 30 April 2026 | 22:50 WIB
Mengintip kisah haru seorang ibu yang sempat ditahan anaknya untuk tidak menaiki KRL sebelum tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. Instagram.com/nureqisp)
Mengintip kisah haru seorang ibu yang sempat ditahan anaknya untuk tidak menaiki KRL sebelum tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. Instagram.com/nureqisp)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Empat hari setelah tragedi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, kisah-kisah pilu hingga mengharukan masih terus bermunculan dari para korban maupun penyintas.

Hingga kini, total korban tercatat mencapai 107 orang, dengan 16 meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Baca Juga: Menawan Tak Rupawan Tapi Prestasi

Di tengah duka tersebut, muncul kisah menyentuh dari Nureqi Satriani, seorang ibu pengguna KRL rute Bekasi Timur yang mengaku selamat berkat firasat sang anak.

Melalui unggahan di media sosial, Nureqi menyebut anaknya sebagai “malaikat penyelamat” yang secara tidak langsung menghindarkannya dari tragedi maut itu.

"Malaikat penyelamatku," tulisnya.

Ia menceritakan, pada pagi hari sebelum kejadian, sang anak menunjukkan sikap yang tidak biasa. Anak tersebut menangis dan tidak ingin ditinggal ibunya bekerja seperti biasanya.

"Akhirnya aku bawa bocah ini kerja, dan pulang kita naik mobil," ungkapnya.

Padahal, menurut Nureqi, sang anak biasanya sangat senang naik kereta dan hampir selalu meminta pulang menggunakan KRL.

Namun pada hari itu, situasinya berbeda. Saat ditanya ingin pulang menggunakan apa, sang anak justru memilih mobil.

"Aku kasih pertanyaan, Kamu mau naik apa? naik kereta atau mobil? Terus dia bilang Mama naik mobil aja," tuturnya.

Baca Juga: Terungkap! Daycare Viral di Aceh Ternyata Ilegal

Nureqi bahkan mengulang pertanyaan itu hingga tiga kali untuk memastikan, dan jawaban anaknya tetap sama.

"Aku ulang sampai 3 kali akhirnya naik mobil," katanya.

Keputusan itulah yang kemudian disadarinya sebagai penyelamat, mengingat kecelakaan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan dengan jadwal perjalanan yang biasa ia tempuh menggunakan KRL.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X