PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tren pembayaran digital semakin dirasakan pelaku usaha musiman. Penjual Bendera Merah Putih di Pontianak kini mulai menyediakan layanan pembayaran menggunakan QRIS setelah banyak calon pembeli menanyakan opsi transaksi non-tunai.
Salah seorang penjual bendera, Dani, mengaku baru membuat layanan QRIS pada hari kedua berjualan. Keputusan itu diambil secara mendadak karena beberapa calon pembeli batal bertransaksi lantaran tidak membawa uang tunai.
"Hari kedua kita jualan. Soalnya ada yang nanya beli bendera pakai QRIS, tapi nggak jadi karena kami belum punya. Akhirnya kita bikin dadakan di sini aja," ujar Dani, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Dani, proses pembuatan QRIS tidak memakan waktu lama. Pendaftaran cukup dilakukan melalui telepon seluler sehingga layanan pembayaran digital bisa langsung digunakan untuk melayani pelanggan.
Dani menilai penggunaan QRIS memberikan kemudahan bagi penjual maupun pembeli. Setelah pembeli melakukan pemindaian kode QR dan transaksi berhasil, penjual hanya perlu memastikan pembayaran telah masuk sebelum menyerahkan barang.
"Kelebihannya enak, jadi praktis. Tinggal difoto, buktinya sudah, tinggal kasih barangnya," ucapnya.
Ia juga melihat penggunaan pembayaran digital kini semakin umum di masyarakat. Bahkan, banyak pembeli lebih memilih bertransaksi menggunakan QRIS dibandingkan membawa uang tunai.
"Sekarang masyarakat di sini QRIS semua. Jadi uang cash-nya nggak ada, mereka nanya pakai QRIS. Kalau belum ada, kadang nggak jadi beli," ungkapnya.
Meski demikian, Dani menegaskan penggunaan QRIS juga menuntut kepercayaan antara penjual dan pembeli. Menurutnya, keamanan transaksi menjadi faktor penting agar pembayaran digital terus diminati masyarakat