PONTIANAKGLOBE.COM, SAMBAS -- Malam di Temajok sempat tenggelam dalam gelap ketika aliran listrik padam.
Namun suasana di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia itu tidak ikut redup.
Baca Juga: Menembus Batas Altar, Kiprah Kemanusiaan Tanpa Sekat Bruder Stephanus Paiman OFM Cap
Tawa para scooterist tetap terdengar, obrolan lintas bahasa terus mengalir, dan aroma ikan Napoleon panggang menghangatkan pertemuan para pecinta Vespa dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Di tengah kebersamaan itu, Bruder Stephanus Paiman OFMCap berdiri di antara sahabat-sahabat lamanya.
Beberapa wajah yang hadir malam itu bukan orang asing baginya.
Mereka adalah scooterist asal Sabah, Malaysia, yang pernah menolongnya tanpa pamrih saat mengalami kecelakaan lalu lintas di Sabah pada 2023.
Pertemuan kembali di Temajok menjadi lebih dari sekadar reuni. Bagi Bruder Steph, sapaan dan pelukan yang terjalin di perbatasan menjadi bukti bahwa persaudaraan dalam komunitas Vespa tidak pernah berhenti pada garis batas negara.
Baca Juga: Gerai Kopdes Merah Putih di Pulau Buluh Tutup, Pemkot Batam Ungkap Penyebabnya
"Saya sangat bersyukur dapat kembali bertemu dengan saudara-saudara dari Sabah. Mereka adalah orang-orang yang membantu saya tanpa pamrih ketika mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu. Pertemuan ini membuktikan bahwa persaudaraan dalam komunitas Vespa tidak mengenal batas negara. Sekali saudara, tetap saudara," ujarnya.
Momentum itu menjadi salah satu cerita yang mengiringi keikutsertaan Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers (WBVL) dalam Parade Scooter Borneo (PSB) XXI Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan wisata Temajok, Kabupaten Sambas.
Bagi sebagian orang, Parade Scooter Borneo mungkin dipandang sebagai pertemuan tahunan para pecinta Vespa.
Namun bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, perjalanan menuju Temajok justru dimaknai sebagai ruang untuk menghidupkan semangat kemanusiaan, pelayanan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat Borneo.
Semangat itu sudah dimulai sejak rombongan meninggalkan Pontianak. Sebanyak 31 peserta dengan 26 unit Vespa berangkat dari Sekretariat FRKP Pontianak pada Jumat (24/7/2026).
Sebelum memasuki jalur menuju perbatasan Indonesia–Malaysia, mereka berkumpul bersama komunitas Vespa lainnya di Tugu Khatulistiwa.
Artikel Terkait
Petouring Italia Tinggalkan Pontianak Setelah 12 Hari Bersama Komunitas Vespa FRKP
Brotherhood Rolling City Satukan Komunitas Motor di Pontianak, Br Stephanus Paiman Sebut Wadah Positif yang Patut Didukung
Anggota FRKP Laporkan Dugaan Penusukan saat Menertibkan Parkir di Pasar Seroja
Bruder Stephanus Paiman OFMCap Pamit dari PERHAKIN Kalbar Usai Mengabdi Tiga Periode
Ketua FRKP Jenguk Anton di Saigon, Serahkan Bantuan dan Beri Semangat Pemulihan
Parade Skuter Borneo XXI Hadirkan Kisah Persaudaraan Lintas Negara, Br Stephanus Paiman Bertemu Kembali Penolongnya dari Sabah