PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menerima pengembalian sejumlah jasad leluhur dan artefak budaya dari Amerika Serikat dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 22 Juli 2026.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel sebagai bagian dari upaya repatriasi benda-benda budaya yang sebelumnya keluar dari Indonesia secara ilegal.
Proses pemulangan tersebut merupakan hasil penyelidikan panjang yang dilakukan Tim Kejahatan Seni FBI di Indianapolis dan New York.
Investigasi itu menelusuri berbagai kasus pencurian, penjarahan, serta perdagangan ilegal artefak budaya dan jasad leluhur dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Dalam repatriasi tersebut, Indonesia menerima sisa-sisa jasad leluhur yang diyakini telah dibawa keluar dari tanah air secara melawan hukum beberapa dekade silam oleh pihak yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Selain itu, FBI juga mengembalikan berbagai artefak etnografi Indonesia yang sebelumnya disita dari rumah seorang kolektor asal Indiana yang telah meninggal dunia pada 2014.
Direktur FBI Kash Patel menegaskan bahwa Tim Kejahatan Seni FBI secara khusus menangani penyelidikan terhadap berbagai kasus kejahatan yang melibatkan benda-benda budaya.
Menurutnya, sejak 2004 tim tersebut telah berhasil menyelamatkan lebih dari 20.000 artefak budaya yang memiliki nilai sejarah dan budaya sangat tinggi.
"Tim Kejahatan Seni FBI memimpin penyelidikan khusus terkait karya seni ini, dan telah berhasil menyelamatkan lebih dari 20.000 artefak budaya yang tak ternilai harganya sejak 2004. FBI sangat menghargai kemitraan internasional kami, dan kami tetap berkomitmen, melalui kerja keras tim ini, untuk mengembalikan artefak budaya ke tempat asalnya," ujar Kash Patel.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan mengembalikan benda-benda penting bagi warisan budaya Indonesia, termasuk jasad leluhur, merupakan hasil kolaborasi lintas pihak yang luar biasa.
"Repatriasi benda-benda yang penting bagi warisan budaya Indonesia, yang dalam hal ini mencakup jasad leluhur, membutuhkan kerja sama dan kerja tim yang luar biasa, dan saya bangga atas kinerja tim kami yang berhasil menyelesaikannya," katanya.
Hasil penyelidikan FBI yang melibatkan sejumlah ahli menunjukkan bahwa jasad leluhur maupun artefak tersebut berasal dari berbagai komunitas di Indonesia.
Dalam proses investigasi, petugas menemukan sejumlah label yang ditempel pada beberapa benda hasil jarahan, berisi informasi mengenai lokasi dan waktu benda tersebut diperoleh.
Artikel Terkait
Resmi Diluncurkan di Amerika Serikat! Satelit Nusantara Lima Jadi Harapan Baru Internet Indonesia
Amerika Serikat Dukung Polri dan Kejaksaan Perkuat Investigasi Keuangan, Ilmu Ini yang Didapat Jaksa dan Polisi Indonesia
'Free Palestine!' Menggema di Jakarta, Ribuan Massa Padati Kedubes Amerika Serikat, Begini Tuntutannya
Amerika Serikat Turun Tangan! Indonesia Dapat Dukungan Besar Perkuat Keamanan Maritim
Amerika Serikat dan Mitra ASEAN Memperdalam Kerja Sama untuk Memerangi Perdagangan Gelap Benda Cagar Budaya
Kedubes Amerika Serikat Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism