Hadir di Amcor Untan, Jamie Ravetz Sebut Mobile Journalism Membantu Menghadirkan Suara Masyarakat yang Lebih Luas

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 18 Juni 2026 | 07:11 WIB
U.S. Embassy Spokesperson Jamie Ravetz menekankan bahwa teknologi yang dimiliki hampir setiap orang saat ini dapat menjadi sarana efektif untuk menghasilkan karya-karya informatif yang berdampak positif bagi masyarakat. (Pontianak Globe/Severianus Endi)
U.S. Embassy Spokesperson Jamie Ravetz menekankan bahwa teknologi yang dimiliki hampir setiap orang saat ini dapat menjadi sarana efektif untuk menghasilkan karya-karya informatif yang berdampak positif bagi masyarakat. (Pontianak Globe/Severianus Endi)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang yang semakin besar bagi masyarakat untuk menyampaikan cerita, gagasan, dan perspektif mereka kepada publik.

Dengan perangkat sederhana yang dimiliki hampir setiap orang, yakni telepon pintar, proses produksi dan penyebaran informasi kini menjadi lebih mudah dan cepat.

Baca Juga: Mengenal Willy Wedhanta, Sastrawan yang Menjaga Ruang Hening di Tengah Kebisingan Digital

Hal tersebut disampaikan Jamie Ravetz, U.S. Embassy Spokesperson, saat membuka pelatihan Mobile Journalism (MoJo) yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta bekerja sama dengan American Corner Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak, Selasa, 17 Juni 2026.

Menurut Jamie Ravetz, Mobile Journalism menjadi salah satu keterampilan yang semakin relevan di era digital karena memungkinkan seseorang menghasilkan konten yang berkualitas, akurat, dan kreatif hanya dengan memanfaatkan perangkat yang dibawa setiap hari.

"Tujuan pelatihan ini adalah membantu peserta menghasilkan konten yang berkualitas, akurat, dan kreatif dengan memanfaatkan perangkat yang kita bawa setiap hari, yaitu ponsel," ujar Jamie Ravetz yang hadir langsung di Pontianak didampingi Theresia Andriani, Press and Media Specialist, Public Affairs Section, U.S. Embassy Jakarta.

Ia mengatakan, kemampuan tersebut tidak hanya penting bagi jurnalis profesional, tetapi juga bagi mahasiswa, pelajar, pegiat komunitas, organisasi masyarakat, hingga generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.

Menurutnya, dengan keterampilan yang tepat, Mobile Journalism dapat menjadi sarana untuk memperluas akses informasi sekaligus menghadirkan lebih banyak suara dari berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga: Mobile Journalism Bukan Sekadar Membuat Video dan Artikel, Tapi Bercerita dengan Bertanggung Jawab

"Mobile Journalism dapat membantu menghadirkan suara-suara organisasi maupun perspektif masyarakat yang lebih luas," katanya.

Jamie Ravetz menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.

Jika sebelumnya proses produksi berita membutuhkan peralatan khusus dan dukungan ruang redaksi, kini banyak pekerjaan tersebut dapat dilakukan melalui smartphone.

Namun, kemudahan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan untuk menghasilkan konten yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Karena itu, pelatihan Mobile Journalism tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis seperti pengambilan gambar atau produksi video, tetapi juga mendorong peserta memahami pentingnya akurasi, verifikasi informasi, dan etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

Pelatihan yang digelar di American Corner Untan tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Stefanus Akim, Editor in Chief PontianakGlobe.com, dan Severianus Endi, Digital Ecosystem Manager Ruai Televisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X