Viral Siswa Pramuka Ende Menangis Terancam Gagal ke Jambore Nasional, Kini Dipastikan Berangkat

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:05 WIB
Menyoroti viralnya keluh kesah para siswa pramuka asal Ende, NTT yang terancam gagal melaju ke Jambore Nasional di Jakarta.  (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti viralnya keluh kesah para siswa pramuka asal Ende, NTT yang terancam gagal melaju ke Jambore Nasional di Jakarta. (Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Video yang memperlihatkan sejumlah siswa Pramuka asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangis karena terancam gagal mengikuti Jambore Nasional di Jakarta viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Jumat, 7 Agustus 2026, para peserta tampak menangis sambil memeluk Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk. Mereka mengaku khawatir tidak dapat mengikuti Jambore Nasional akibat keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Meluas, Diperkirakan Capai 70 Hektare

"Bapak, kami mau ikut Jambore, tolong kami," ucap salah seorang peserta dalam video tersebut.

Unggahan itu menyebut ketidakpastian keberangkatan dipicu oleh belum tersedianya anggaran untuk membiayai kontingen.

Ketua Kwarda NTT Sampaikan Harapan

Di hadapan para peserta, Sinun Petrus Manuk mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Ende memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Ia menjelaskan, kontingen Pramuka Ende sempat berada dalam kondisi tidak pasti karena belum tersedia alokasi dana untuk keberangkatan ke tingkat nasional. Padahal, mereka merupakan perwakilan yang berhasil meraih Juara I Debat Forum Penggalang tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Pak Bupati Ende, saya Sinun Petrus Manuk, Ketua Kwartir Daerah, berurai air mata bersama anak-anak ini," ujar Sinun dalam video.

"Anak-anak Ende tidak bisa berangkat," lanjutnya.

Puluhan Anggota Kontingen Sempat Menunggu Kepastian

Keterbatasan anggaran membuat keberangkatan kontingen terancam batal, bahkan berisiko digantikan oleh perwakilan dari kabupaten lain.

Baca Juga: Penemuan Jasad di Dalam Karung Beras Gegerkan Warga Depok, Polisi Masih Selidiki Identitas Korban

Sekitar 40 anggota rombongan yang terdiri atas peserta, pimpinan kontingen, pembina, pendamping, hingga peninjau sempat menunggu kepastian keberangkatan. Karena belum ada kejelasan, mereka akhirnya memutuskan kembali ke Ende pada 3 Agustus 2026.

Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, Pemerintah Kabupaten Ende bersama orang tua peserta bergerak memberikan dukungan sehingga seluruh kontingen dipastikan tetap dapat mengikuti Jambore Nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X