PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Duka mendalam terus menyelimuti keluarga korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sebanyak 15 korban telah teridentifikasi, salah satunya Gita Septia Wardani, mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika.
Pihak kampus menyampaikan belasungkawa atas kepergian mahasiswinya.
"Turut berduka cita atas berpulangnya mahasiswi kami dalam tragedi KRL Bekasi Timur," tulis pernyataan resmi.
Baca Juga: Lagi-Lagi Green SM! Tabrak Pemotor, Sopir Disorot
Kisah Gita semakin menyentuh setelah terungkap pesan terakhirnya kepada keluarga. Sang kakek, Rajihun (63), mengungkap bahwa korban sempat memberi kabar akan segera tiba di tujuan.
"10 menit lagi sampai Cibitung," ujar Rajihun menirukan pesan Gita.
Saat itu, ayahnya telah menunggu di Stasiun Cibitung. Namun, Gita tak kunjung tiba setelah KRL yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.
"Tapi setelah bapaknya jemput di Stasiun Cibitung, ternyata KRL (yang ditumpangi korban) alami kecelakaan," ungkapnya.
Di mata teman-temannya, Gita dikenal sebagai pribadi hangat dan ceria. Ia juga disebut sebagai penggemar setia klub sepak bola Inggris, Liverpool FC.
"Gita itu orangnya hangat, asik, dan selalu ceria. dia pendukung setia Liverpool. Tak pernah melewatkan tatkala The Reds memainkan laganya," tulis salah satu unggahan di media sosial.
Lebih dari itu, Gita juga memiliki mimpi besar yang belum sempat terwujud. Dalam percakapan dengan temannya, ia mengungkap keinginannya untuk bepergian ke luar negeri.
"Aku masih mau hidup kok, masih pengen jalan-jalan ke Anfield, nonton Liverpool di sana," tulisnya.
Baca Juga: Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Ungkap Keterbatasan Sistem Pengereman
Ia juga menyebut ingin menyaksikan MotoGP secara langsung serta menonton konser K-pop di Jepang. Impian tersebut kini tinggal kenangan yang menyisakan haru bagi banyak orang.
Kisah Gita menjadi potret pilu di balik tragedi Bekasi Timur, mengingatkan bahwa setiap korban memiliki cerita, harapan, dan masa depan yang terhenti seketika.***
Artikel Terkait
Sistem Keselamatan Dipertanyakan Usai Insiden Maut KRL di Bekasi Timur
KRL Berhenti Mendadak, Lalu Ditabrak dari Belakang
Penumpang Tak Sadar Sudah Tabrakan, Situasi Gelap dan Chaos
KNKT Turun Tangan, Investigasi Kecelakaan Dimulai
Korban Tewas Bertambah Jadi 15, Fakta Terbaru Tragedi Bekasi
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Ungkap Keterbatasan Sistem Pengereman