PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Kasus kekerasan di tempat penitipan anak kembali mengundang kemarahan publik. Setelah sebelumnya mencuat kasus di Little Aresha Daycare, kini dugaan serupa terjadi di Banda Aceh.
Video rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan tindakan kasar terhadap balita di Baby Preneur Daycare. Dalam unggahan tersebut, awalnya terlihat dua pengasuh bersama empat anak dalam situasi normal.
Baca Juga: Mimpi Nonton Liverpool Pupus di Rel Kereta Bekasi
Namun suasana berubah ketika salah satu balita menangis. Alih-alih menenangkan, pengasuh tersebut diduga melakukan tindakan kekerasan.
"Bayangin, sudah percaya dan bayar daycare, tapi anak malah diperlakukan seperti ini," tulis akun yang mengunggah video tersebut.
Dalam rekaman itu, pengasuh terlihat memukul hingga melempar balita. Aksi tersebut langsung menuai kecaman luas dari warganet.
"Kalau tidak suka anak kecil jangan jadi pengasuh, orang tua harus extra hati-hati memilih daycare," lanjut unggahan tersebut.
Kasus ini kemudian ditelusuri dan diketahui bahwa daycare tersebut telah beroperasi selama beberapa tahun tanpa izin resmi. Kepala DPMPTSP Banda Aceh, Mohd Ichsan, membenarkan hal tersebut.
"Tidak memiliki izin operasional alias ilegal, ini memang harus ditutup," tegasnya.
Pemerintah Kota Banda Aceh pun langsung mengambil langkah dengan menutup operasional daycare tersebut serta memanggil pihak pengelola untuk dimintai keterangan.
Baca Juga: Korban Tewas Bertambah Jadi 15, Fakta Terbaru Tragedi Bekasi
Selain itu, aparat kepolisian telah mengamankan enam orang dari pihak yayasan untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan terhadap anak.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras tentang pentingnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak, termasuk legalitas, standar pengasuhan, hingga kompetensi tenaga pengasuh.***
Artikel Terkait
Meski Nikita Mirzani Ditahan, Razman Nasution Tegaskan Tak Akan Cabut Laporan Penganiayaan, Ternyata Alasannya karena Hal Ini
Buntut Panjang Kasus Timothy Anugerah, DPR Turun Tangan Desak Satgas Kekerasan Kampus Diaktifkan
Tim Advokasi KKJ Sultra Desak Polisi Periksa Gubernur ASR, Usai Jurnalis Metro TV Jadi Korban Kekerasan Ajudan
Usai Salat Subuh, Nyawa Bripda DP Melayang, Keluarga Curiga Penganiayaan
Pacaran 3 Tahun, Terduga Pelaku Akui Sering Lakukan Kekerasan
13 Tersangka Terungkap, Kasus Daycare Little Aresha Makin Panas