Usai Salat Subuh, Nyawa Bripda DP Melayang, Keluarga Curiga Penganiayaan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 23 Februari 2026 | 21:05 WIB
Keluarga Bripda DP yang histeris usai kabar meninggal dan dugaan penganiayaan oleh senior. (Dok. Instagram/makassar_folks)
Keluarga Bripda DP yang histeris usai kabar meninggal dan dugaan penganiayaan oleh senior. (Dok. Instagram/makassar_folks)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAKASSAR -- Duka mendalam menyelimuti keluarga Bripda DP (19) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya hingga meninggal dunia. Peristiwa itu disebut terjadi pada Minggu pagi (22/2/2026), setelah salat Subuh di sekitar Kantor Polda Sulawesi Selatan.

Bripda DP merupakan lulusan Polri angkatan 53 tahun 2025 dan baru bertugas di Sabhara Polda Sulsel. Keluarga mulai mencurigai adanya tindak kekerasan setelah melihat sejumlah luka lebam di tubuh korban serta darah yang keluar dari mulutnya.

Baca Juga: Luna Maya Soroti Jembatan Runtuh di Bireuen

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan bahwa putranya masih sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui WhatsApp usai sahur. Dalam pesan itu, Bripda DP meminta dibawakan Nasu Palekko dari Pinrang untuk dimakan bersama seniornya di asrama Ditsamapta Polda Sulsel. Ia juga membicarakan rencana pengiriman motor miliknya.

“Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban,” kata Aipda Muhammad Jabir kepada awak media di RS Bhayangkara, Makassar.

Karena pesan dan panggilan tak lagi direspons, sang ayah mencoba menghubungi rekan-rekan anaknya. Ia mendapat jawaban bahwa Bripda DP masih tidur. Namun sekitar pukul 07.00 WITA, keluarga menerima kabar bahwa korban telah dibawa ke RSUD Daya dan disebut dalam kondisi sakit.

“Langsung ada kabar bahwa dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal, tidak ada sakit, meninggal langsung,” tuturnya.

Baca Juga: Gudang Petasan Terbakar di Sleman, Warga Panik Berhamburan

Autopsi telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Keluarga mendesak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) agar mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut dan memberikan keadilan.

“Meminta keadilan, apabila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda untuk mengungkap tuntas pelaku,” ujarnya.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham Efendy menegaskan pihaknya akan menangani perkara ini secara transparan.

“Insya Allah kita akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan ada kekerasan di situ, akan kita luruskan dan kita tindak dengan aturan,” ucap Zulham.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X