Saat Gambut Mengering, Ketahanan Pangan Nasional Diuji dari Kalimantan Barat

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Jumat, 12 Juni 2026 | 20:17 WIB
Foto ilustrasi, seorang petani di Jawa Tengah mengolah lahan di tengah ancaman el nino.  (Pexels/Ruyat Supriazi)
Foto ilustrasi, seorang petani di Jawa Tengah mengolah lahan di tengah ancaman el nino. (Pexels/Ruyat Supriazi)

Fluktuasi cuaca kini bukan sekadar anomali musiman, tetapi mulai menjadi pola yang lebih sering, lebih panjang, dan lebih ekstrem.

Dalam kondisi seperti ini, ketahanan pangan Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi beras.

Diversifikasi pangan berbasis agroekologi—mulai dari sorgum, jagung, sagu, hingga singkong—perlu dipercepat sesuai karakter wilayah masing-masing.

Tanpa langkah adaptasi yang lebih berani dan komitmen menjaga hidrologi gambut, terutama di Kalimantan Barat, ketahanan pangan nasional akan terus berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian iklim. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X