PONTIANAKGLOBE -- Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kubu Raya saat segera menerapkan Kurikulum Muatan Lokal Gambut dan Mangrove untuk membekali siswa memahami manfaat gambut bagi kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Muhammad Ayub mengatakan Kurikulum Muatan Lokal Gambut dan Mangrove di Kabupaten Kubu Raya diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan ICRAF (International Centre for Research in Agroforestry) Indonesia melalui program #PahlawanGambut.
"Pengembangan kurikulum itu upaya edukasi dini pada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa terkait dengan gambut dan mangrove. Kami menilai pendidikanlah yang dapat melakukan langkah masif dan menyelenggarakan upaya literasi sekaligus menumbuhkan kebiasaan serta sikap cinta pada lingkungan," kata Muhammad Ayub dari siaran pers Pemkab Kubu Raya dikutip Pontianak Globe, Sabtu (3 Desember 2022).
Dia mengatakan kurikulum yang bagian dari agenda Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat bukan untuk gagahan tetapi perkara alam dan lingkungan urusan bersama warga Kalbar.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan ekosistem gambut seringkali tidak dikelola dengan baik karena minim pengetahuan.
Menurutnya, keberadaan lahan gambut dan mangrove yang tersebar di Kubu Raya salah satu potensi sumber daya alam yang manfaatnya mesti dirasakan oleh masyarakat.
"Akibatnya berbagai permasalahan seperti kebakaran dan rusaknya habitat alami seringkali terjadi," kata Muda.
Artikel Terkait
Bersama STKIP Melawi IKIP PGRI Pontianak Adakan FGD Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum Merdeka
Wih, Kubu Raya Punya Sistem Informasi Geospasial Dapat Pujian Dari Menteri Siti Nurbaya