PONTIANAKGLOBE:COM; PONTIANAK -- Melihat portofolio investasi berubah warna menjadi merah pekat saat IHSG anjlok belakangan ini pasti bikin mood berantakan.
Alih-alih cuan, banyak investor pemula yang baru mulai kerja atau mengandalkan uang saku justru terjebak dalam kepanikan.
Jadi, buat kamu yang gak mau modalnya habis menguap begitu saja, hindari 5 kesalahan fatal berikut ini saat pasar saham sedang ambruk:
1. Panic Selling Tanpa Alasan Jelas
* Kesalahan: Langsung menjual rugi (cut loss) seluruh saham hanya karena melihat harganya turun hari ini.
* Fakta: Penurunan pasar sering kali bersifat sementara akibat kepanikan global. Jika fundamental perusahaan yang kamu beli masih sehat dan mencetak laba, menjualnya saat harga jatuh justru membuat kerugianmu menjadi nyata.
2. Menyerok Saham "Gorengan" yang Sedang Diskon
* Kesalahan: Tergiur membeli saham-saham murah (lapis ketiga) yang harganya turun drastis, berharap akan terbang tinggi dalam waktu dekat.
* Fakta: Saat market hancur, likuiditas adalah raja. Saham gorengan yang tidak punya aset atau bisnis jelas berisiko terjun bebas hingga tidak bisa diperjualbelikan lagi (nyangkut). Fokuslah pada saham Blue Chip saja.
Baca Juga: Saat IHSG Ambruk ke Level 5.300-an: Waktunya Gen Z Pontianak 'Serok' Saham atau Wait and See?
3. Menggunakan "Uang Panas" atau Uang Kos
* Kesalahan: Memakai uang makan bulanan, uang bayar kos, atau bahkan pinjaman online (pinjol) dengan asumsi pasti untung cepat saat pasar rebound.
* Fakta: Investasi saham selalu butuh waktu untuk pulih. Ketika kamu butuh uang mendesak untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kamu akan terpaksa menjual rugi sahammu di harga terendah.
4. Terlalu Sering Memantau Portofolio (Bikin Stres!)
* Kesalahan: Membuka aplikasi investasi setiap jam, memandangi grafik yang turun, lalu membaca rumor-rumor menakutkan di media sosial.
* Fakta: Kebiasaan ini memicu kecemasan berlebih (anxiety) dan mendorongmu mengambil keputusan impulsif yang emosional, bukan rasional.
5. Gak Punya Rencana Cadangan (All-In Sekaligus)
* Kesalahan: Menghabiskan seluruh modal yang dimiliki untuk membeli saham di hari pertama IHSG turun, mengira itu adalah titik terendah (bottom).
* Fakta: Pasar bisa saja turun lebih dalam lagi besoknya. Selalu sisakan amunisi berupa uang tunai (misal di Reksa Dana Pasar Uang) untuk mencicil beli secara bertahap lewat strategi Dollar Cost Averaging (DCA). ***
Artikel Terkait
Kejagung Usut Dugaan Mark Up Rp1 Triliun, Ribuan Motor SPPG Belum Beroperasi
Mahfud MD Beberkan Dugaan Mark Up BGN, Mengapa Baru Sekarang Diproses?
Beli 25 Liter Pertalite, Dua Pemuda Medan Terancam Denda Rp60 Miliar
Frugal Living vs FOMO, Panduan Gen Z Pontianak Mengatur Gaji Pertama Tanpa Kehilangan Gaya Hidup
Saat IHSG Ambruk ke Level 5.300-an: Waktunya Gen Z Pontianak 'Serok' Saham atau Wait and See?
Amunisi Terbatas saat IHSG Memerah: Panduan Menyusun Portofolio 'Anti-Badai' untuk Investor Muda Pontianak