Pertamina Bantah Isu Pertamax Oplosan, Pastikan BBM di SPBU Sesuai Aturan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 27 Februari 2025 | 04:05 WIB
PT Pertamina (Persero) membantah adanya Pertamax oplosan yang beredar di masyarakat.  (Instagram @pertaminapatraniaga)
PT Pertamina (Persero) membantah adanya Pertamax oplosan yang beredar di masyarakat. (Instagram @pertaminapatraniaga)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Isu Pertamax oplosan mencuat di media sosial, memicu kekhawatiran publik.

Kabar ini muncul setelah Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah.

Baca Juga: Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ Viral di Medsos, Jusuf Kalla Beri Pujian, Jepang Buka Peluang bagi TKI

Beredar spekulasi bahwa Pertamina mencampur Pertamax dengan Pertalite sebelum dijual di SPBU.

Namun, PT Pertamina (Persero) melalui Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Fadjar menjelaskan bahwa isu yang berkembang di masyarakat tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Carmen Resmi Debut dengan Hearts2Hearts, Jadi Idol KPop SM Entertainment Pertama dari Indonesia

"Narasi oplosan itu tidak benar dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Kejaksaan," ujar Fadjar dalam pernyataan pers di kawasan DPD RI, Selasa, 25 Februari 2025.

Menurutnya, Kejaksaan lebih menyoroti permasalahan pembelian bahan bakar beroktan (RON) 90 dan 92, bukan praktik oplosan.

Dalam sistem Pertamina, RON 90 mengacu pada Pertalite, sementara RON 92 adalah Pertamax.

Fadjar memastikan bahwa semua BBM yang dijual di SPBU Pertamina telah memenuhi spesifikasi migas yang ditetapkan pemerintah.

"Kami memastikan bahwa BBM yang didistribusikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Dirjen Migas," tegasnya.

Baca Juga: Skandal Korupsi Minyak Rp193 Triliun, Dirut Pertamina Jadi Tersangka, Ditjen Migas ESDM Digeledah

Dalam kesempatan yang sama, Fadjar menjelaskan bahwa kilang Pertamina belum sepenuhnya mampu mengolah berbagai jenis minyak mentah.

Akibatnya, sebagian minyak yang tidak sesuai spesifikasi kilang harus diekspor, sementara Pertamina tetap mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X