Tak Digaji, Ibu Ini Rela Hentikan Kendaraan di Perlintasan Kereta

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 18 Mei 2026 | 21:23 WIB
Viral video ibu-ibu di Wonogiri jadi relawan hentikan pengendara saat kereta akan melintas di perlintasan tanpa palang pintu. (Dok. Instagram/yesstory01)
Viral video ibu-ibu di Wonogiri jadi relawan hentikan pengendara saat kereta akan melintas di perlintasan tanpa palang pintu. (Dok. Instagram/yesstory01)

PONTIANAKGLOBE.COM, WONOGIRI -- Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu menjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Pancuran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Video tersebut diunggah akun Instagram @yesstory01 dan memperlihatkan sosok ibu yang menggendong anak kecil sambil berdiri di tengah jalan untuk memberi isyarat kepada pengendara saat kereta akan melintas.

Dalam rekaman itu, tampak kereta lokal Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari Solo–Stasiun Wonogiri melintas di jalur tanpa palang pintu.

Baca Juga: Miris! Balita 2 Tahun di Padang Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Pengunggah video mengungkapkan, ibu tersebut sehari-hari memiliki warung di pinggir jalan dekat rel kereta.

Karena khawatir terjadi kecelakaan, sang ibu disebut secara sukarela menjadi relawan untuk menghentikan kendaraan ketika mendengar klakson kereta berbunyi.

“Warungnya ada di pinggir jalan, tepat aku mengabadikan video ini. Warung ibuku sudah berdiri jauh sebelum kereta kembali beroperasi di sana,” tulis pengunggah video, dikutip pada Senin, 18 Mei 2026.

“Dulu, jalannya juga tak seramai ini. Terima kasih sudah menjadi relawan di jalan tanpa palang kereta ini karena beliau tak ingin ada kejadian buruk di sana. Beliau berdiri saat klakson kereta berbunyi,” lanjutnya.

Aksi ibu tersebut pun menuai perhatian publik lantaran dinilai membantu keselamatan pengguna jalan di perlintasan tanpa penjagaan resmi.

Namun di balik aksinya itu, pengunggah video menyebut sang ibu juga kerap mendapat komentar tak menyenangkan dari sejumlah pengendara yang merasa kereta masih berada jauh dari lokasi perlintasan.

“Terkadang ada komentar pengendara yang tak enak didengar karena merasa kereta masih jauh, dan nekat lewat, beliau tetap tak menyerah,” tulisnya.

Selain berjaga saat kereta melintas, ibu tersebut diketahui tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan berjualan pecel di warung miliknya.

Baca Juga: Cornelis Tegaskan Literasi Politik Kunci Dayak Jadi Tuan di Tanah Sendiri

Dalam unggahan lain disebutkan, aktivitas menjaga perlintasan dilakukan pada pagi hingga siang hari ketika KA Batara Kresna masih beroperasi melintas di jalur tersebut.

“Pagi sama siang standby jadi relawan saat kereta lewat dan sorenya jualan pecel,” tulis pengunggah lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X