PONTIANAKGLOBE.COM, WONOGIRI -- Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu menjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Pancuran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, viral di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Instagram @yesstory01 dan memperlihatkan sosok ibu yang menggendong anak kecil sambil berdiri di tengah jalan untuk memberi isyarat kepada pengendara saat kereta akan melintas.
Dalam rekaman itu, tampak kereta lokal Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari Solo–Stasiun Wonogiri melintas di jalur tanpa palang pintu.
Baca Juga: Miris! Balita 2 Tahun di Padang Diduga Dianiaya Ayah Kandung
Pengunggah video mengungkapkan, ibu tersebut sehari-hari memiliki warung di pinggir jalan dekat rel kereta.
Karena khawatir terjadi kecelakaan, sang ibu disebut secara sukarela menjadi relawan untuk menghentikan kendaraan ketika mendengar klakson kereta berbunyi.
“Warungnya ada di pinggir jalan, tepat aku mengabadikan video ini. Warung ibuku sudah berdiri jauh sebelum kereta kembali beroperasi di sana,” tulis pengunggah video, dikutip pada Senin, 18 Mei 2026.
“Dulu, jalannya juga tak seramai ini. Terima kasih sudah menjadi relawan di jalan tanpa palang kereta ini karena beliau tak ingin ada kejadian buruk di sana. Beliau berdiri saat klakson kereta berbunyi,” lanjutnya.
Aksi ibu tersebut pun menuai perhatian publik lantaran dinilai membantu keselamatan pengguna jalan di perlintasan tanpa penjagaan resmi.
Namun di balik aksinya itu, pengunggah video menyebut sang ibu juga kerap mendapat komentar tak menyenangkan dari sejumlah pengendara yang merasa kereta masih berada jauh dari lokasi perlintasan.
“Terkadang ada komentar pengendara yang tak enak didengar karena merasa kereta masih jauh, dan nekat lewat, beliau tetap tak menyerah,” tulisnya.
Selain berjaga saat kereta melintas, ibu tersebut diketahui tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan berjualan pecel di warung miliknya.
Baca Juga: Cornelis Tegaskan Literasi Politik Kunci Dayak Jadi Tuan di Tanah Sendiri
Dalam unggahan lain disebutkan, aktivitas menjaga perlintasan dilakukan pada pagi hingga siang hari ketika KA Batara Kresna masih beroperasi melintas di jalur tersebut.
“Pagi sama siang standby jadi relawan saat kereta lewat dan sorenya jualan pecel,” tulis pengunggah lagi.
Artikel Terkait
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Ungkap Keterbatasan Sistem Pengereman
Mimpi Nonton Liverpool Pupus di Rel Kereta Bekasi
Tangis Pagi Hari, Ternyata Jadi Tanda Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi
Taspen Sambangi Promedia, Bahas Santunan Rp283 Juta Korban Kecelakaan Kereta
7 Hari Berlalu, Stasiun Kereta di Bekasi Timur Masih Dipenuhi Doa dan Duka
Gerombolan Pria Diduga Lecehkan Penumpang Kereta Garut-Purwakarta, Petugas Langsung Bertindak