Kronologi Penembakan Pilot AMA Air di Yahukimo, Amnesty Sebut Pelanggaran HAM Serius

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:54 WIB
Kolase foto memperlihatkan pilot AMA Air yang menjadi korban penembakan Nicholas F Goselin, Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, serta pesawat misi kemanusiaan AMA Air yang dibakar usai insiden di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Dok. PT AMA)
Kolase foto memperlihatkan pilot AMA Air yang menjadi korban penembakan Nicholas F Goselin, Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, serta pesawat misi kemanusiaan AMA Air yang dibakar usai insiden di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Dok. PT AMA)

PONTIANAKGLOBE.COM, YAHUKIMO -- Penembakan terhadap pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F Goselin, dan pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) Air di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Insiden yang terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026 itu dinilai bukan hanya tindak kriminal, tetapi juga serangan terhadap misi kemanusiaan yang selama puluhan tahun melayani masyarakat pedalaman Papua.

Baca Juga: Jenazah Pilot AMA Air Berhasil Dievakuasi dari Yahukimo, Medan Sulit Hambat Operasi

Amnesty International Indonesia menyebut aksi yang diklaim dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius.

Organisasi tersebut menegaskan tidak ada pembenaran atas pembunuhan terhadap warga sipil yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan pembunuhan yang disertai pembakaran pesawat menunjukkan kemunduran dalam perlindungan warga sipil di wilayah konflik Papua.

"Pembunuhan terhadap warga sipil untuk mengirim pesan politik tidak dapat dibenarkan. Pemerintah harus memastikan kasus ini diusut melalui penyelidikan yang independen, transparan, dan tidak memihak," tegas Usman.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pesawat Pilatus Porter PK-RCY milik AMA Air lepas landas dari Bandara Wamena pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WIT menuju Lapangan Terbang Balinggama dengan membawa seorang pilot dan tujuh penumpang.

Pesawat mendarat sekitar pukul 06.46 WIT.

Baca Juga: Uskup Jayapura Kecam Penembakan Pilot AMA Air di Yahukimo, Sebut Tindakan Biadab dan Tidak Berperikemanusiaan

Sebelum penerbangan, kondisi cuaca dilaporkan baik dan tidak ada informasi mengenai gangguan keamanan di sekitar bandara tujuan.

Namun sesaat setelah pesawat mendarat dan menurunkan penumpang serta muatan, komunikasi dengan lapangan terbang mendadak terputus.

Beberapa jam kemudian, otoritas bandara menerima laporan bahwa pesawat telah diserang dan dibakar oleh kelompok bersenjata.

TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, mengklaim kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X