Kedubes AS Dukung Peluncuran 'Koleksi Jakarta' Platform Digital untuk Akses Ribuan Koleksi Museum

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 2 Juli 2026 | 20:49 WIB
Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jamie Ravetz, bersama Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, saat peluncuran platform digital  (Kedubes AS Jakarta/Carmelita Cassandra)
Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jamie Ravetz, bersama Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, saat peluncuran platform digital (Kedubes AS Jakarta/Carmelita Cassandra)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mendukung peluncuran 'Koleksi Jakartasebuah platform digital yang menghadirkan ribuan koleksi museum ibu kota dalam satu sistem terintegrasi.

Platform ini dikembangkan melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Southeast Asia Museum Services (SEAMS), dan program Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP).

Baca Juga: Pulau Penebang Punya Posisi Strategis untuk Dukung Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

Peluncuran yang berlangsung di Museum Sejarah Jakarta pada Selasa (30/6/2026) tersebut menjadi langkah baru dalam memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya Jakarta melalui teknologi digital.

Platform "Koleksi Jakarta" memuat lebih dari 1.400 objek yang telah didigitalisasi serta lebih dari 1.500 koleksi yang telah dikatalogkan dari 11 museum di Jakarta.

Melalui platform ini, masyarakat dapat mengakses dan mempelajari berbagai koleksi museum kapan saja tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Beragam koleksi dari sejumlah museum dapat dijelajahi dalam satu laman, mulai dari artefak maritim milik Museum Bahari hingga ikon budaya seperti Boneka Unyil di Museum Wayang dan patung ondel-ondel dari Museum Betawi.

Selain mempermudah akses, setiap koleksi juga dilengkapi informasi katalog yang disusun menggunakan standar dokumentasi museum internasional yang dikembangkan Getty Conservation Institute, sehingga informasi yang tersedia menjadi lebih lengkap dan seragam.

Platform tersebut merupakan pengembangan dari program Koleksi Kita yang dimulai sejak 2024.

Melalui inisiatif itu, ribuan benda koleksi museum telah didokumentasikan, dikatalogkan, dan didigitalisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan koleksi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan budaya.

Baca Juga: BSI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Pelecehan dan Perundungan di Lingkungan Kerja

Program AFCP dari Kedutaan Besar Amerika Serikat menjadi salah satu pendukung utama pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari komitmen Amerika Serikat dalam pelestarian warisan budaya di berbagai negara.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jamie Ravetz, mengatakan negaranya bangga dapat mendukung pengembangan "Koleksi Jakarta" melalui program AFCP.

"Proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi, inovasi digital, dan praktik terbaik museum internasional dapat memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya sekaligus memperkuat upaya pelestariannya bagi generasi mendatang," ujar Jamie.

Ia menambahkan, kemitraan tersebut juga mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Amerika Serikat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi kerja sama bilateral kedua negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Sumber: US Embassy and Consulate In Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X