PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memproduksi dan mengonsumsi informasi.
Jika dahulu liputan berita identik dengan kamera profesional, komputer editing, dan ruang redaksi, kini sebagian besar pekerjaan tersebut dapat dilakukan hanya dengan sebuah telepon pintar.
Baca Juga: American Corner Untan, Ruang Belajar Gratis untuk Anak Muda Kalimantan Barat
Pesan itulah yang disampaikan Severianus Endi, Digital Ecosystem Manager Ruai Televisi, dalam pelatihan Mobile Journalism (MoJo) yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta bekerja sama dengan American Corner Universitas Tanjungpura (Untan), di Pontianak, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Endi, Mobile Journalism merupakan teknik modern jurnalistik yang memungkinkan seseorang memproduksi berita video secara profesional menggunakan smartphone.
Pendekatan ini semakin relevan di era media sosial yang menuntut kecepatan sekaligus kualitas dalam penyampaian informasi.
"Teknologi saat ini memungkinkan siapa saja untuk merekam, mengedit, dan mempublikasikan informasi langsung dari lapangan. Namun kualitas tetap harus menjadi perhatian utama," jelasnya.
Peralatan Sederhana, Hasil Profesional
Dalam materinya, Endi menjelaskan bahwa seorang jurnalis mobile tidak harus memiliki peralatan mahal.
Perangkat minimum yang dibutuhkan antara lain smartphone dengan kemampuan merekam Full HD, mikrofon eksternal, tripod atau stabilizer, serta pencahayaan tambahan jika diperlukan.
Ia menekankan bahwa kualitas audio memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah video berita.
Baca Juga: 110 Tahun Nyarumkop, dari Warisan Misionaris Menuju Sekolah Favorit Masa Depan
Selain peralatan, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah langkah sederhana sebelum melakukan perekaman, seperti membersihkan lensa kamera, mengaktifkan mode pesawat agar rekaman tidak terganggu panggilan masuk, mengunci fokus dan pencahayaan, serta memastikan daya baterai dan kapasitas memori mencukupi.
Pentingnya Komposisi Gambar
Menurut Endi, video berita yang baik tidak hanya bergantung pada informasi yang disampaikan, tetapi juga pada kualitas visualnya.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Kedubes AS di Indonesia Buka 4 Posisi, Batas Pendaftaran Sampai 2 Desember 2022
Batal Urus LGBTQI+ ke Indonesia, Kedubes Amerika Serikat Sebut Memajukan HAM
Setneg dan RELO Kedubes AS Latih Bahasa Inggris Petugas Protokol Negara
KUAI Kedubes AS Buka KTT Investasi Tahunan ke-13 dengan Pidato Utama tentang Kemitraan Ekonomi AS–Indonesia
Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste
Kedubes AS di Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism