Mobile Journalism, saat Smartphone Berubah Menjadi Ruang Redaksi, Begini Trik dan Tips dari Severianus Endi

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Rabu, 17 Juni 2026 | 21:52 WIB
Severianus Endi, Digital Ecosystem Manager Ruai Televisi, memaparkan teknik Mobile Journalism kepada peserta pelatihan di American Corner Untan, Pontianak. Dalam sesi tersebut, peserta belajar memanfaatkan smartphone sebagai alat produksi berita yang cepat, kreatif, dan berkualitas.  (PontianakGlobe/Stefanus Akim)
Severianus Endi, Digital Ecosystem Manager Ruai Televisi, memaparkan teknik Mobile Journalism kepada peserta pelatihan di American Corner Untan, Pontianak. Dalam sesi tersebut, peserta belajar memanfaatkan smartphone sebagai alat produksi berita yang cepat, kreatif, dan berkualitas. (PontianakGlobe/Stefanus Akim)

Peserta diperkenalkan pada teknik dasar komposisi gambar seperti rule of thirds, pengambilan gambar sejajar mata (eye-level shot), variasi ukuran gambar, hingga pengaturan ruang visual.

Baca Juga: Menembus Batas Altar, Kiprah Kemanusiaan Tanpa Sekat Bruder Stephanus Paiman OFM Cap

Teknik-teknik tersebut membantu menciptakan video yang lebih menarik dan mudah dipahami audiens.

Ia juga menjelaskan pentingnya memilih format video sesuai platform. Format vertikal 9:16 kini menjadi standar untuk berbagai platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts karena mampu memaksimalkan tampilan di layar ponsel.

Dalam Mobile Journalism, proses produksi tidak dimulai saat kamera dinyalakan.

Endi menekankan pentingnya perencanaan sebelum turun ke lapangan.

Tahapan kerja yang diperkenalkan meliputi penentuan sudut pandang berita, lokasi, dan narasumber, kemudian dilanjutkan dengan proses pengambilan gambar, editing menggunakan aplikasi di smartphone, serta pemeriksaan ulang fakta dan kualitas audio sebelum dipublikasikan.

Untuk mendukung proses editing, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah aplikasi yang ramah bagi pemula seperti CapCut, VN Video Editor, dan InShot yang dapat digunakan langsung melalui telepon pintar.

Tiga Detik yang Menentukan

Salah satu bagian menarik dalam materi tersebut adalah pembahasan mengenai perilaku audiens media sosial.

Endi menjelaskan bahwa perhatian pengguna media sosial sangat singkat.

Karena itu, sebuah video harus mampu menarik perhatian penonton sejak tiga detik pertama.

Konsep yang dikenal sebagai The 3-Second Rule tersebut mendorong kreator konten menempatkan visual atau kalimat paling menarik di awal video agar audiens tidak langsung melewati konten yang ditampilkan.

Selain itu, penggunaan teks atau subtitle juga menjadi penting karena sebagian besar pengguna media sosial menonton video tanpa mengaktifkan suara.

Meski teknologi terus berkembang, Endi mengingatkan bahwa inti dari Mobile Journalism tetaplah cerita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X