Peserta diperkenalkan pada teknik dasar komposisi gambar seperti rule of thirds, pengambilan gambar sejajar mata (eye-level shot), variasi ukuran gambar, hingga pengaturan ruang visual.
Baca Juga: Menembus Batas Altar, Kiprah Kemanusiaan Tanpa Sekat Bruder Stephanus Paiman OFM Cap
Teknik-teknik tersebut membantu menciptakan video yang lebih menarik dan mudah dipahami audiens.
Ia juga menjelaskan pentingnya memilih format video sesuai platform. Format vertikal 9:16 kini menjadi standar untuk berbagai platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts karena mampu memaksimalkan tampilan di layar ponsel.
Dalam Mobile Journalism, proses produksi tidak dimulai saat kamera dinyalakan.
Endi menekankan pentingnya perencanaan sebelum turun ke lapangan.
Tahapan kerja yang diperkenalkan meliputi penentuan sudut pandang berita, lokasi, dan narasumber, kemudian dilanjutkan dengan proses pengambilan gambar, editing menggunakan aplikasi di smartphone, serta pemeriksaan ulang fakta dan kualitas audio sebelum dipublikasikan.
Untuk mendukung proses editing, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah aplikasi yang ramah bagi pemula seperti CapCut, VN Video Editor, dan InShot yang dapat digunakan langsung melalui telepon pintar.
Tiga Detik yang Menentukan
Salah satu bagian menarik dalam materi tersebut adalah pembahasan mengenai perilaku audiens media sosial.
Endi menjelaskan bahwa perhatian pengguna media sosial sangat singkat.
Karena itu, sebuah video harus mampu menarik perhatian penonton sejak tiga detik pertama.
Konsep yang dikenal sebagai The 3-Second Rule tersebut mendorong kreator konten menempatkan visual atau kalimat paling menarik di awal video agar audiens tidak langsung melewati konten yang ditampilkan.
Selain itu, penggunaan teks atau subtitle juga menjadi penting karena sebagian besar pengguna media sosial menonton video tanpa mengaktifkan suara.
Meski teknologi terus berkembang, Endi mengingatkan bahwa inti dari Mobile Journalism tetaplah cerita.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Kedubes AS di Indonesia Buka 4 Posisi, Batas Pendaftaran Sampai 2 Desember 2022
Batal Urus LGBTQI+ ke Indonesia, Kedubes Amerika Serikat Sebut Memajukan HAM
Setneg dan RELO Kedubes AS Latih Bahasa Inggris Petugas Protokol Negara
KUAI Kedubes AS Buka KTT Investasi Tahunan ke-13 dengan Pidato Utama tentang Kemitraan Ekonomi AS–Indonesia
Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste
Kedubes AS di Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism