Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Senin, 25 Mei 2026 | 22:43 WIB
Peserta program PEYL mengikuti sesi pelatihan metode pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan berpusat pada siswa di Denpasar, Bali.  (Foto: Kedubes AS Jakarta)
Peserta program PEYL mengikuti sesi pelatihan metode pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan berpusat pada siswa di Denpasar, Bali. (Foto: Kedubes AS Jakarta)

PONTIANAKGLOBE.COM, DENPASAR, BALI -- Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO) meluncurkan program pelatihan guru sekolah dasar bertajuk Practical English for Young Learners (PEYL).

Kegiatan ini untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia yang akan kembali menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III sekolah dasar.

Baca Juga: Pontianak Tuan Rumah Perayaan Komsos Nasional, Gereja Katolik Ingatkan Ancaman AI terhadap Martabat Manusia

Program yang berlangsung di Denpasar, Bali, pada 10–23 Mei 2026 itu diselenggarakan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Pelatihan selama dua minggu tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar, baik guru kelas maupun guru yang tengah mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

Menurut penyelenggara, program PEYL menekankan bahwa keberhasilan pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbahasa guru. Namun, tetapi juga oleh penguasaan metode pembelajaran yang efektif dan keterampilan mengelola kelas.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, mengatakan Bahasa Inggris membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan, peluang, dan jejaring internasional.

Baca Juga: KWI Ingatkan Tantangan Bangsa: Dari Ketimpangan Sosial hingga Ancaman terhadap Demokrasi

“Dengan memperkuat keterampilan mengajar para guru, kami berharap dapat membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa, menumbuhkan minat belajar, dan menciptakan keterlibatan yang lebih aktif di dalam kelas,” ujarnya.

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas, Perlindungan dan Pengendalian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr Meliyanti, menilai program tersebut penting untuk mempersiapkan guru mengajar Bahasa Inggris dengan lebih percaya diri melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan.

Ia berharap PEYL dapat memperkuat Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) sehingga para pendidik siap menghadapi implementasi kembali Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar.

Baca Juga: Makan Baraje' Meningkatkan Iman dalam Persaudaraan

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama, Rini R Rahmayani.

Menurutnya, PEYL merupakan program yang terstruktur dengan baik dan mampu meningkatkan kepercayaan diri guru sekaligus membekali mereka dengan metode pembelajaran yang menarik serta relevan bagi siswa SD dan madrasah ibtidaiyah.

“Pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran interaktif membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan sehingga siswa dapat memandang Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang menarik,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X