Sebuah video berita yang baik harus memiliki struktur yang jelas, dimulai dari hook yang menarik perhatian, dilanjutkan dengan inti berita yang memuat unsur 5W+1H, tubuh berita yang berisi visual dan wawancara, hingga penutup yang memberikan kesimpulan atau mengajak audiens untuk berinteraksi.
Menurutnya, kemampuan bercerita yang baik akan membuat sebuah informasi lebih mudah dipahami dan lebih berkesan bagi audiens.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mempelajari aspek teknis penggunaan smartphone sebagai alat produksi berita, tetapi juga memahami pentingnya akurasi, kreativitas, dan storytelling dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Bagi generasi muda yang tumbuh di era digital, Mobile Journalism bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan salah satu kemampuan komunikasi yang semakin dibutuhkan di masa depan. ***
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Kedubes AS di Indonesia Buka 4 Posisi, Batas Pendaftaran Sampai 2 Desember 2022
Batal Urus LGBTQI+ ke Indonesia, Kedubes Amerika Serikat Sebut Memajukan HAM
Setneg dan RELO Kedubes AS Latih Bahasa Inggris Petugas Protokol Negara
KUAI Kedubes AS Buka KTT Investasi Tahunan ke-13 dengan Pidato Utama tentang Kemitraan Ekonomi AS–Indonesia
Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste
Kedubes AS di Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism