PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Sebanyak 38 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pontianak mengikuti pelatihan Mobile Journalism (MoJo) yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bekerja sama dengan American Corner (Amcor) Universitas Tanjungpura (Untan), Selasa, 17 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di American Corner Untan tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan memproduksi konten jurnalistik menggunakan telepon pintar secara kreatif, akurat, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam sambutannya, U.S. Embassy Spokesperson Jamie Ravetz menekankan bahwa teknologi yang dimiliki hampir setiap orang saat ini dapat menjadi sarana efektif untuk menghasilkan karya-karya informatif yang berdampak positif bagi masyarakat.
"Tujuan pelatihan ini adalah membantu peserta menghasilkan konten yang berkualitas, akurat, dan kreatif dengan memanfaatkan perangkat yang kita bawa setiap hari, yaitu ponsel," kata Jamie Ravetz yang datang ke Pontianak didampingi Theresia Andriani, Press and Media Specialist U.S. Embassy Jakarta, Public Affairs Section.
Dikatakan Jamie Ravetz, "Dengan keterampilan yang tepat dan pendekatan yang baik, Mobile Journalism dapat membantu menghadirkan suara-suara organisasi maupun perspektif masyarakat yang lebih luas."
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar yang produktif bagi para peserta sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak kreator konten yang mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
"Terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Semoga kegiatan hari ini berjalan produktif dan memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi semua," katanya.
Sementara itu, Direktur American Corner Untan, Stella Pransisca, mengatakan bahwa kemampuan bercerita melalui media digital kini menjadi salah satu keterampilan yang sangat relevan di era modern.
Namun, menurutnya, kemampuan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada publik.
"Hari ini kita berkumpul dalam pelatihan Mobile Journalism, sebuah keterampilan yang sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Semua orang bisa bercerita, tetapi pertanyaannya adalah apakah kita bisa bertanggung jawab terhadap apa yang kita ceritakan," ujarnya.
Baca Juga: American Corner Untan, Ruang Belajar Gratis untuk Anak Muda Kalimantan Barat
Menurut Stella, konten yang diproduksi di ruang digital tidak semata-mata bertujuan menghibur, tetapi juga dapat memberikan edukasi, inspirasi, dan dampak positif bagi masyarakat.
"Storytelling yang baik bukan hanya soal hiburan. Konten yang kita hasilkan harus mampu memberikan nilai, membangun pemahaman, dan membawa manfaat bagi banyak orang," katanya.
Pada pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang media dan komunikasi digital, yakni Stefanus Akim, Editor in Chief PontianakGlobe.com, serta Severianus Endi, Digital Ecosystem Manager Ruai Televisi.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Kedubes AS di Indonesia Buka 4 Posisi, Batas Pendaftaran Sampai 2 Desember 2022
Setneg dan RELO Kedubes AS Latih Bahasa Inggris Petugas Protokol Negara
Amerika Serikat Turun Tangan! Indonesia Dapat Dukungan Besar Perkuat Keamanan Maritim
KUAI Kedubes AS Buka KTT Investasi Tahunan ke-13 dengan Pidato Utama tentang Kemitraan Ekonomi AS–Indonesia
Amerika Serikat dan Mitra ASEAN Memperdalam Kerja Sama untuk Memerangi Perdagangan Gelap Benda Cagar Budaya
Kedubes AS Luncurkan Pelatihan Guru di Bali untuk Dukung Bahasa Inggris Wajib di SD di Indonesia dan Timor Leste