Benarkah Baterai Mobil Listrik Merusak Lingkungan? Simak Penjelasan Para Ahli

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik.  (Unsplash @Haberdoedas)
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik. (Unsplash @Haberdoedas)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Penjualan mobil listrik (electric vehicle/EV) terus meningkat di berbagai negara seiring upaya mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Di balik tren tersebut, muncul perdebatan mengenai dampak lingkungan baterai mobil listrik, terutama terkait penambangan mineral penting seperti kobalt dan litium.

Sejumlah pihak menilai produksi baterai kendaraan listrik masih menyisakan persoalan lingkungan dan sosial.

Baca Juga: Pertimbangan Beli Mobil Listrik, Pahami Dulu Beda Baterai NCM dan LFP

Namun, para ahli mengingatkan bahwa isu tersebut perlu dilihat secara menyeluruh karena teknologi baterai terus berkembang dan industri kendaraan listrik juga mulai berbenah.

Penjualan Mobil Listrik Terus Tumbuh

Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), penjualan kendaraan listrik masih menunjukkan tren positif sepanjang 2026.

Australia mencatat kenaikan penjualan lebih dari 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di kawasan Asia Pasifik, di luar China, penjualan meningkat sekitar 80 persen pada kuartal pertama 2026.

Sementara itu, Amerika Latin tumbuh sekitar 75 persen dan pasar Eropa naik hampir sepertiga.

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Mei 2025 Lesu, Penjualan Turun Meski Dihujani Insentif, Dominasi Impor China Kian Kuat

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menilai meningkatnya penggunaan kendaraan listrik membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi di tengah gejolak pasokan energi global.

Penurunan harga baterai juga diperkirakan akan semakin mempercepat adopsi mobil listrik.

Penambangan Kobalt Jadi Sorotan

Salah satu kritik yang paling sering diarahkan kepada industri mobil listrik adalah penggunaan mineral kobalt dalam baterai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X