PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Penjualan mobil listrik (electric vehicle/EV) terus meningkat di berbagai negara seiring upaya mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Di balik tren tersebut, muncul perdebatan mengenai dampak lingkungan baterai mobil listrik, terutama terkait penambangan mineral penting seperti kobalt dan litium.
Sejumlah pihak menilai produksi baterai kendaraan listrik masih menyisakan persoalan lingkungan dan sosial.
Baca Juga: Pertimbangan Beli Mobil Listrik, Pahami Dulu Beda Baterai NCM dan LFP
Namun, para ahli mengingatkan bahwa isu tersebut perlu dilihat secara menyeluruh karena teknologi baterai terus berkembang dan industri kendaraan listrik juga mulai berbenah.
Penjualan Mobil Listrik Terus Tumbuh
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), penjualan kendaraan listrik masih menunjukkan tren positif sepanjang 2026.
Australia mencatat kenaikan penjualan lebih dari 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di kawasan Asia Pasifik, di luar China, penjualan meningkat sekitar 80 persen pada kuartal pertama 2026.
Sementara itu, Amerika Latin tumbuh sekitar 75 persen dan pasar Eropa naik hampir sepertiga.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menilai meningkatnya penggunaan kendaraan listrik membantu mengurangi ketergantungan pada minyak bumi di tengah gejolak pasokan energi global.
Penurunan harga baterai juga diperkirakan akan semakin mempercepat adopsi mobil listrik.
Penambangan Kobalt Jadi Sorotan
Salah satu kritik yang paling sering diarahkan kepada industri mobil listrik adalah penggunaan mineral kobalt dalam baterai.
Artikel Terkait
Mobil Listrik Kecil Chery Little Ant Meluncur, Menjadi Tantangan Bagi Wuling Air EV
Hyundai Motors Rilis Mobil Listrik Terjangkau, Meramaikan Pasar Otomotif Indonesia
Persaingan Meningkat! Chery Little Ant, Mobil Listrik dengan Harga Terjangkau Mulai dari Rp160 Juta
Wuling BinguoEV: Inovasi Mobil Listrik dengan Berbagai Keunggulan
Inilah Wujud Mobil Listrik Xiaomi SU7, Simak Keunggulannya Sebelum Kamu Memutuskan Membeli
Omoda E5, Mobil Listrik Chery, Raih 500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dengan Teknologi Canggih Baterai