Menurut Vivoda, transisi menuju ekonomi rendah karbon harus disertai perbaikan tata kelola pertambangan, peningkatan transparansi rantai pasok, perlindungan lingkungan, serta penegakan standar ketenagakerjaan.
Dengan demikian, perdebatan mengenai baterai mobil listrik seharusnya tidak berhenti pada persoalan dampak penambangan semata.
Yang lebih penting adalah memastikan proses produksi, penggunaan, hingga daur ulang baterai dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaat kendaraan listrik bagi pengurangan emisi tetap dapat dicapai tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan. ***
Artikel Terkait
Mobil Listrik Kecil Chery Little Ant Meluncur, Menjadi Tantangan Bagi Wuling Air EV
Hyundai Motors Rilis Mobil Listrik Terjangkau, Meramaikan Pasar Otomotif Indonesia
Persaingan Meningkat! Chery Little Ant, Mobil Listrik dengan Harga Terjangkau Mulai dari Rp160 Juta
Wuling BinguoEV: Inovasi Mobil Listrik dengan Berbagai Keunggulan
Inilah Wujud Mobil Listrik Xiaomi SU7, Simak Keunggulannya Sebelum Kamu Memutuskan Membeli
Omoda E5, Mobil Listrik Chery, Raih 500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dengan Teknologi Canggih Baterai