Mahfud MD Soroti MBG: Program Penting Tapi Amburadul

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:39 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait polemik yang membayangi pelaksanaan program MBG di Tanah Air. (Dok. Instagram.com/@mohmahfudmd - BGN)
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait polemik yang membayangi pelaksanaan program MBG di Tanah Air. (Dok. Instagram.com/@mohmahfudmd - BGN)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai polemik di berbagai daerah.

Menurutnya, program yang memiliki tujuan baik itu masih menghadapi persoalan serius dalam tata kelola di lapangan. Ia menilai sejumlah keluhan masyarakat, mulai dari kualitas makanan hingga keterlambatan distribusi, menunjukkan perlunya pembenahan sistem.

“MBG ini penting tapi tata kelolanya diatur lagi tentang cara mengelolanya, agar tidak amburadul,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Jumat (20/3/2026). 

Baca Juga: BGN Tangguhkan SPPG Bogor Usai Viral Cuci Ayam di Masjid

Mahfud mencontohkan kasus di Pamekasan, Madura, di mana menu MBG didistribusikan dalam bentuk bahan mentah, seperti ikan lele untuk konsumsi beberapa hari ke depan.

“Di Pamekasan dikirim lele mentah untuk 3 hari ke depan,” paparnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak tepat, mengingat fasilitas penyimpanan seperti lemari pendingin tidak tersedia di sekolah.

“Padahal di sekolah tak ada kulkas,” imbuhnya.

Selain itu, Mahfud juga menyoroti kasus dugaan keracunan yang sempat terjadi di sejumlah daerah. Ia menilai kejadian tersebut perlu ditelusuri secara serius dan transparan.

"(Hal itu) mengenai penyebab maupun tindak lanjutnya," kata Mahfud.

Ia menyayangkan belum adanya penjelasan terbuka kepada publik, termasuk terkait apakah ada pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.

"Kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak ada berita bahwa ada yang ditindak," tambahnya.

Baca Juga: Mudik Lebaran Core 2026, Wanita Ini Tertinggal di Rest Area

Sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud menekankan pentingnya sistem pengawasan yang terukur dalam pelaksanaan program sebesar MBG.

Tanpa pengawasan yang baik, ia mengingatkan bahwa tujuan meningkatkan gizi masyarakat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X