Santo Gerardus Majella, Seorang Kudus Penuh Mukjizat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 13:24 WIB
Kolase gambar Santo Gerardus Majella (net)
Kolase gambar Santo Gerardus Majella (net)

Orang banyak mengikutinya di mana-mana, dan telah menyebutnya “il santo” (The saint / Sang Santo).

 

Pencobaan Berat

Kekudusan sejati harus senantiasa diuji dengan salib, dan pada tahun 1754 Gerardus harus mengalami suatu pencobaan besar, yang memperolehkan baginya ganjaran berupa kuasa istimewa untuk menolong para ibu dan anak-anak.

Salah satu dari semangat Gerardus yang bernyala-nyala adalah mendorong serta membantu para gadis yang ingin masuk biara.

Seringkali ia juga bahkan menyediakan mas kawin yang diperlukan bagi gadis-gadis-gadis miskin yang tidak dapat diterima dalam suatu ordo religius.

Neria Caggiano adalah salah seorang dari para gadis yang mendapatkan bantuan Gerardus.

Namun demikian, ia mendapati bahwa kehidupan biara ternyata tak menyenangkan baginya dan dalam waktu tiga minggu ia telah pulang kembali ke rumah.

Guna membenarkan tindakannya, Neria mulai menyebarkan gosip-gosip bohong mengenai kehidupan para biarawati, dan ketika orang-orang di Muro menolak untuk percaya pada cerita-cerita demikian mengenai suatu biara yang direkomendasikan oleh Gerardus, maka Neria bertekad untuk menyelamatkan reputasinya dengan menghancurkan nama baik orang yang telah menolongnya.

Dalam sepucuk surat kepada St.Alfonsus, ia menuduh Gerardus melakukan dosa melanggar kemurnian terhadap seorang gadis muda dari sebuah keluarga di mana Gerardus sering menumpang dalam perjalanan-perjalanan misinya.

Gerardus dipanggil menghadap oleh St Alfonsus untuk menjawab dakwaan terhadapnya.

Bukannya membela diri, Gerardus malahan tinggal diam, seturut teladan Guru Illahi-nya. Menanggapi permohonan dari teman-temannya untuk membela diri, Gerardus menjawab, “Tuhan akan mengurusnya.” 

Dengan kebisuannya itu, St.Alfonsus tak dapat berbuat suatupun selain dari menjatuhkan hukuman berat atas diri pemuda ini. Gerardus dilarang menyambut Komuni Kudus, dan dilarang melakukan segala kontak dengan orang luar.

Tidaklah mudah bagi Broeder Gerardus untuk melepaskan karyanya demi menyelamatkan jiwa-jiwa, namun hal ini sungguh tak berarti dibandingkan hukuman dijauhkan dari Komuni Kudus.

Ia merasa hukuman ini sungguh dahsyat baginya hingga ia bahkan mohon dibebaskan juga dari melayani Misa, sebab khawatir kalau-kalau kerinduannya yang berkobar-kobar untuk menyambut komuni akan membuatnya merampas Hosti yang telah dikonsekrasikan dari tangan imam di altar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: imankatolik.or.id, katakombe.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X