Uskup Agustinus Sampaikan Refleksi Kasih dan Pengorbanan pada Misa Kamis Putih di Pontianak

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 17 April 2025 | 22:08 WIB
Misa Kamis Putih (Uskup Agustinus)
Misa Kamis Putih (Uskup Agustinus)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perayaan Misa Kamis Putih dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB.

Perayaan tersebut menandai awal dari Tri Hari Suci menjelang Paskah, dan menjadi momentum bagi umat Katolik untuk merenungkan makna pengorbanan serta kasih Yesus yang tak terbatas kepada murid-murid-Nya.

Banyak cara untuk kita menunjukkan bahwa kita memperhatikan sesama kita, dengan hal-hal yang kecil,” kata Uskup Agustinus menutup homilinya pada perayaan Misa Kamis Putih 17 April 2025 dengan ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak.

Dalam perayaan misa tersebut, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus didampingi oleh Pastor Paroki Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak, Pastor Alexius Alex, bersama dengan ribuan umat yang turut memadati dalam gereja bahkan di baseman Katedral.

Dalam homilinya, Uskup Agustinus memaparkan konteks sejarah dan politik yang melatarbelakangi perjamuan malam terakhir Yesus bersama para murid.

Saat itu, tahun ke-33 Masehi, wilayah Israel berada dalam tekanan kekuasaan Romawi dan menjadi bagian dari kekuasaan Raja Herodes.

Dalam kondisi tersebut, muncul dua kelompok besar yang merasa terganggu oleh kehadiran Yesus: kelompok politik yang khawatir Yesus mendukung perjuangan kemerdekaan orang Yahudi, serta kelompok keagamaan seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang merasa kewibawaannya terancam oleh ajaran Yesus.

“Dua kelompok ini akhirnya bersatu untuk menjatuhkan Yesus,” ujar Uskup Agustinus (17/04).

Bapa Uskup juga menekankan bagaimana persekongkolan terjadi, hingga salah satu murid Yesus sendiri, Yudas Iskariot, turut terlibat dalam pengkhianatan.

Maka dari itu Yesus tidak takut, pada perjamuan malam terakhir dia mengatakan “Inilah tubuh dan darah Ku, kamu akan selamat.”

Homili Uskup Agustinus, Perayaan Misa Kamis Putih
Homili Uskup Agustinus, Perayaan Misa Kamis Putih

Hiburan dan penguat untuk para murid yang penuh dengan kegelisahan. Namun dia juga berpesan kepada murid-Nya, lakukanlah itu untuk mengenangkan Yesus. Sebab dalam peristiwa tersebut tersirat, manusia tidak akan diselamatkan oleh kekuasaan atau harta duniawi tetapi di selamatkan karena mengikuti ajaran Yesus.

Namun, yang luar biasa dari peristiwa itu adalah sikap Yesus yang tidak membalas kejahatan dengan kebencian. Dalam Injil Lukas dikisahkan, Yesus tetap memilih untuk merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya sebelum penderitaan-Nya dimulai. Dalam suasana yang penuh tekanan, Yesus tetap menunjukkan kasih yang dalam kepada para pengikut-Nya dengan mengadakan Perjamuan Kudus dan membasuh kaki para murid.

“Dia tidak banyak berkata-kata soal cinta, tapi menunjukkan dengan tindakan nyata — membasuh kaki para murid, sebuah pekerjaan yang di zaman itu hanya dilakukan oleh hamba,” lanjut Uskup Agustinus, (17/04).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Majalah DUTA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X