PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Jelang Conclave untuk memilih Paus baru, nama Kardinal Pietro Parolin disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus.
Conclave dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2025 di Vatikan.
Sejumlah Kardinal dari berbagai negara telah disebut sebagai calon potensial. Di antaranya:
- Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina)
- Kardinal Peter Turkson (Ghana)
- Kardinal Peter Erdo (Hungaria)
- Kardinal Jose Tolentino Calaca (Portugal)
- Kardinal Matteo Zuppi dan Kardinal Pietro Parolin (Italia/Vatikan)
Menurut pengamat Kepausan dan Pastor Paroki Campanario Sao Paulo di Brasil, Padre Ferdinand Doren, arah pemilihan Paus kali ini diprediksi akan mengarah ke tokoh moderat, setelah sebelumnya condong ke arah progresif.
“Kemungkinan besar, para Kardinal akan memilih pemimpin yang mampu menjadi jembatan antara dua arus besar dalam Gereja Katolik, yakni kubu progresif dan konservatif. Pietro Parolin adalah sosok yang paling memenuhi kriteria itu,” kata Padre Ferdinand.
Parolin dikenal luas sebagai diplomat ulung, menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Vatikan, meski ia bukan berasal dari kalangan pastoral.
Namun, pengaruh dan jaringan internasionalnya menjadi nilai tambah dalam pertimbangan pemilihan.
Baca Juga: Yamaha NMAX Genap 1 Dekade: Inovasi Tiada Henti di Segmen Skutik Premium
Menurut Padre Ferdinand, Parolin saat ini diperkirakan sudah mengantongi sekitar 30 persen dukungan dari para Kardinal pemilih.
Kandidat lainnya yang memiliki peluang cukup besar adalah Kardinal Tagle, Zuppi, dan Turkson.
“Parolin dinilai mampu memperlambat, namun tidak sepenuhnya membatalkan, perubahan-perubahan progresif yang telah dimulai oleh Paus Fransiskus,” tambahnya.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan akan terjadi kejutan dalam Conclave, seperti saat terpilihnya Paus Fransiskus dulu.
“Dalam tradisi Katolik, kami percaya Roh Kudus membimbing proses pemilihan ini. Para Kardinal akan mempertimbangkan kebutuhan Gereja Katolik di era modern, bukan sekadar mempertahankan ideologi tertentu,” tutup Ferdinand. ***
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Kabulkan Permintaan Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM untuk Tidak Diangkat Jadi Kardinal, Begini Keinginan Uskup Bogor Tersebut
In Memoriam Kardinal Miguel Ayuso, Penggerak Dokumen Abu Dhabi Meninggal Dunia di Rumah Sakit Gemelli Roma
Baru Bisa Diterbangkan Senin, Misa Requiem Kardinal Ayuso Jumat Digelar Tanpa Jenazahnya
Nasib Minoritas Kristen di Suriah Pasca Jatuhnya Rezim Bashar al-Assad. Begini Harapan Kardinal Mario Zenari
Kisah Hidup Paus Fransiskus, Dari Buenos Aires ke Tahta Kepausan. Begini Sepak Terjangnya saat Jadi Kardinal di Argentina
Para Kardinal Sepakat Konklaf Pemilihan Paus Baru Dimulai 7 Mei 2025, Ternyata Begini Alasannya