PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Setiap bangsa besar memiliki sosok pendiri yang dikenang sepanjang masa.
Bagi Hungaria, nama itu adalah Santo Stefanus — raja pertama sekaligus santo pelindung negeri tersebut.
Baca Juga: Lomba Tarung Puisi Jelang HUT RI Ke-80
Pesta nya di Gereja Katolik Roma diperingati setiap tanggal 20 Agustus.
Lahir sekitar tahun 975 dengan nama Vaik, ia dibaptis dan diberi nama baru: Stefanus, yang berarti “mahkota.”
Nama itu seakan menjadi nubuat bagi masa depannya.
Setelah menggantikan ayahnya sebagai pemimpin bangsa Magyar, Stefanus tidak hanya ingin berkuasa, tetapi juga membangun negeri yang berakar kuat dalam iman Kristen.
Pada Natal tahun 1000 (atau awal 1001), Stefanus dinobatkan sebagai Raja Hungaria.
Baca Juga: Kementerian UMKM Siapkan Robotic AI untuk Bantu Hilirisasi Kratom, Begini Cara Kerjanya!
Paus Silvester II mengirim mahkota suci yang hingga kini masih dijaga di Budapest, menjadi simbol lahirnya negara Hungaria Kristen.
Sebagai raja, Stefanus mengatur hukum, mendirikan keuskupan, membangun biara, dan memerintahkan agar setiap sepuluh desa mendirikan satu gereja.
Di bawah kepemimpinannya, iman Katolik berkembang pesat dan Hungaria masuk ke dalam peta Eropa Kristen.
Namun, perjalanan hidupnya juga penuh luka.
Baca Juga: Hilirisasi Kratom Bisa Buka 57 Ribu Lapangan Kerja, Kok Bisa?
Putra tunggalnya, Pangeran Imre, wafat muda, membuat Stefanus kehilangan penerus tahta.
Artikel Terkait
15 November: Pesta Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja, Orang Kudus Katolik Roma dari Ordo Dominikan
Perayaan Hari Raya Santo Dominikus de Guzman di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak
Kehidupan Ordo Dominikan dan Persaudaraan Imam Santo Dominikus
Pj Gubernur Kalbar Harisson Berikan Penghormatan Terakhir untuk Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus di Katedral Santo Yoseph
Santo Simon 'Si Zelot' dan Yudas Tadeus Jejak Dua Rasul Kristus di Persia yang Dirayakan Setiap 28 Oktober
Shalawat Badr dan Gendhing Kebo Giro Bergema di Pelataran Basilika Santo Petrus Vatikan, Begini Reaksi Paus Fransiskus