Santo Stefanus dari Hungaria, Raja yang Dimahkotai Kudus

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:10 WIB
Santo Stefanus yang merupakan Raja Hungaria. Stefanus wafat pada 15 Agustus 1038. Empat puluh lima tahun kemudian, pada 1083, ia dikanonisasi oleh Paus Gregorius VII. Hingga kini, 20 Agustus dirayakan sebagai Hari Santo Stefanus sekaligus hari nasional Hungaria. (Wiki)
Santo Stefanus yang merupakan Raja Hungaria. Stefanus wafat pada 15 Agustus 1038. Empat puluh lima tahun kemudian, pada 1083, ia dikanonisasi oleh Paus Gregorius VII. Hingga kini, 20 Agustus dirayakan sebagai Hari Santo Stefanus sekaligus hari nasional Hungaria. (Wiki)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Setiap bangsa besar memiliki sosok pendiri yang dikenang sepanjang masa.

Bagi Hungaria, nama itu adalah Santo Stefanus — raja pertama sekaligus santo pelindung negeri tersebut.

Baca Juga: Lomba Tarung Puisi Jelang HUT RI Ke-80

Pesta nya di Gereja Katolik Roma diperingati setiap tanggal 20 Agustus. 

Lahir sekitar tahun 975 dengan nama Vaik, ia dibaptis dan diberi nama baru: Stefanus, yang berarti “mahkota.”

Nama itu seakan menjadi nubuat bagi masa depannya.

Setelah menggantikan ayahnya sebagai pemimpin bangsa Magyar, Stefanus tidak hanya ingin berkuasa, tetapi juga membangun negeri yang berakar kuat dalam iman Kristen.

Pada Natal tahun 1000 (atau awal 1001), Stefanus dinobatkan sebagai Raja Hungaria.

Baca Juga: Kementerian UMKM Siapkan Robotic AI untuk Bantu Hilirisasi Kratom, Begini Cara Kerjanya!

Paus Silvester II mengirim mahkota suci yang hingga kini masih dijaga di Budapest, menjadi simbol lahirnya negara Hungaria Kristen.

Sebagai raja, Stefanus mengatur hukum, mendirikan keuskupan, membangun biara, dan memerintahkan agar setiap sepuluh desa mendirikan satu gereja.

Di bawah kepemimpinannya, iman Katolik berkembang pesat dan Hungaria masuk ke dalam peta Eropa Kristen.

Namun, perjalanan hidupnya juga penuh luka.

Baca Juga: Hilirisasi Kratom Bisa Buka 57 Ribu Lapangan Kerja, Kok Bisa?

Putra tunggalnya, Pangeran Imre, wafat muda, membuat Stefanus kehilangan penerus tahta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X