Aku membisikkan namamu sekali lagi.
Tidak ada yang datang. Tidak ada yang menjawab. Dan tidak akan pernah ada.
Tidak bayanganmu, tidak juga lukaku.
Dan anehnya, itu cukup bagiku.
Seperti tanah di balik hutan seusai hujan, tidak lagi basah, tapi tak pernah benar-benar kering.
Aku melangkah pergi.
Tanpa menoleh.
Tidak semua yang usai harus terasa tuntas.
Ada yang cukup diletakkan di tempatnya; lalu dibiarkan menjadi sunyi.
Dan dari sunyi itu, aku akhirnya paham: yang pergi tak selalu harus dipanggil pulang. Sebab ada cinta yang hanya selesai ketika kita berhenti mencarinya.
Sic transit amor mundi, demikianlah cinta dunia berlalu!&
* Malang 1999-Lengkong Bindu, 21 November 2024
* Kutipan Puisi Tiwah, Penyair_Saioe75