Tiwah: Pusara Cinta yang Tak Selesai

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 8 Mei 2026 | 11:36 WIB
Foto ilustrasi dibuat dengan AI.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI.

Aku membisikkan namamu sekali lagi.

Tidak ada yang datang. Tidak ada yang menjawab. Dan tidak akan pernah ada.

Tidak bayanganmu, tidak juga lukaku.

Dan anehnya, itu cukup bagiku.

Seperti tanah di balik hutan seusai hujan, tidak lagi basah, tapi tak pernah benar-benar kering.

Aku melangkah pergi.

Tanpa menoleh.

Tidak semua yang usai harus terasa tuntas.

Ada yang cukup diletakkan di tempatnya; lalu dibiarkan menjadi sunyi.

Dan dari sunyi itu, aku akhirnya paham: yang pergi tak selalu harus dipanggil pulang. Sebab ada cinta yang hanya selesai ketika kita berhenti mencarinya.

Sic transit amor mundi, demikianlah cinta dunia berlalu!&

 

* Malang 1999-Lengkong Bindu, 21 November 2024

* Kutipan Puisi Tiwah, Penyair_Saioe75

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X