Alumni SMSR Yogyakarta Diterima di ITB, Karya Mikail Dapat Apresiasi Langsung dari Rektor

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Selasa, 23 Juni 2026 | 14:40 WIB
Mengintip kisah inspiratif alumni siswa SMSR Yogyakarta, Mikail Fajar Dwicaksono, yang meraih mimpi ke kampus ITB lewat jalur SNBP 2026.  (Dok. SMSR Yogyakarta)
Mengintip kisah inspiratif alumni siswa SMSR Yogyakarta, Mikail Fajar Dwicaksono, yang meraih mimpi ke kampus ITB lewat jalur SNBP 2026. (Dok. SMSR Yogyakarta)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Kabar membanggakan datang dari alumni Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta atau kini bernama SMK Negeri 3 Kasihan Bantul, Mikail Fajar Dwicaksono.

Mikail berhasil diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Baca Juga: STN Usulkan Model Social Agribusiness Operator untuk Perkuat Ekosistem Pertanian Nasional

Prestasi tersebut semakin istimewa karena bakat Mikail di bidang seni rupa murni (fine art) mendapat apresiasi langsung dari Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, yang berkunjung ke kediamannya di Condongcatur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin (22/6/2026).

Keberhasilan Mikail kini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMSR Yogyakarta untuk terus berkarya dan berani mengejar cita-cita.

Kepala SMSR Yogyakarta, Drs. Soemadi, mengatakan Mikail merupakan siswa yang memiliki karakter dan keunikan tersendiri dalam berkarya.

“Sekolah kami berbasis fine art. Sejak kelas 10, Mikail sudah dibiasakan menggambar dengan baik dan berani menampilkan karyanya kepada publik,” ujar Soemadi, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Promedia Pertimbangkan Langkah Hukum usai Media Mitra Diserang DDoS

Menurutnya, kemampuan Mikail semakin terlihat ketika mengikuti program sekolah bertajuk “Pameran Karya” saat duduk di kelas 12.

“Dia mampu menampilkan karya-karya yang sangat baik dan mendapat perhatian banyak orang,” katanya.

Diproyeksikan Menjadi Tokoh Seni

Atas capaian tersebut, Soemadi berpesan agar Mikail tetap rendah hati dan fokus menjalani pendidikan di ITB.

“Mikail harus bersyukur karena menjadi salah satu siswa yang berhasil diterima di ITB. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia optimistis Mikail memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi seniman yang membanggakan almamaternya.

“Nama besar sekolah juga mengiringi perjalanan alumninya. Semoga Mikail menjadi salah satu tokoh seni yang lahir dari SMSR Yogyakarta dan mampu berprestasi di ITB,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X