Ikon Budaya Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia, Begini Kisah Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 24 April 2025 | 12:11 WIB
Ikon Legendaris Yogyakarta Raminten, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia.  (Instagram @hamzah_sulaimann)
Ikon Legendaris Yogyakarta Raminten, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia. (Instagram @hamzah_sulaimann)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kabar duka datang dari Yogyakarta.

Hamzah Sulaiman, tokoh di balik brand legendaris House of Raminten dan Mirota Batik Malioboro, meninggal dunia pada Rabu malam, 23 April 2025, dalam usia 75 tahun.

Baca Juga: Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan Hadiri Perayaan Budaya Robo'-Robo' di Kuala Mempawah

Hamzah, yang lebih dikenal dengan nama panggung Raminten, mengembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito.

Manajer House of Raminten, Nova, membenarkan kabar tersebut.

Ia menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan dikremasi pada Sabtu, 26 April 2025 di Rumah Duka PUKJ, Jalan Kadipiro, Yogyakarta.

“Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah akan dikremasi pada hari Sabtu nanti,” ujar Nova pada Kamis, 24 April 2025.

Meski penyebab wafatnya belum diumumkan secara resmi, diketahui bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit gula darah dan sempat menjalani pengobatan beberapa waktu terakhir.

Hamzah Sulaiman bukan sekadar pengusaha kuliner.

Ia dikenal luas sebagai seniman dan budayawan yang berhasil menggabungkan unsur seni, budaya, dan bisnis dalam satu kesatuan yang autentik.

Baca Juga: Seragam Defile Tim Indonesia di Olimpiade Paris 2024 Tonjolkan Budaya Jawa, Terinspirasi dari Raden Saleh

Karakter Raminten, yang awalnya diperkenalkan dalam program komedi di Jogja TV pada awal 2000-an, ia mainkan sendiri sebagai sosok perempuan Jawa yang jenaka, enerjik, dan khas dengan sanggul besar, kebaya, serta kacamata bundar.

Dari layar kaca, karakter tersebut menjelma menjadi ikon budaya kota Yogyakarta.

Pada 26 Desember 2008, Hamzah mendirikan The House of Raminten di Jalan FM Noto No 7, Kotabaru, Yogyakarta.

Restoran ini tidak hanya menyajikan makanan khas Jawa, tetapi juga menyuguhkan suasana penuh filosofi dan nilai-nilai tradisional yang kental, menjadikannya ruang temu antar generasi dan budaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X