Melalui restoran ini, Hamzah menyebarkan semangat pelestarian budaya dan menjadi pionir dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang bernuansa seni dan tradisi.
Ia juga merupakan anak bungsu dari pendiri Mirota Batik, yang telah lebih dulu menjadi destinasi belanja ikonik di Malioboro.
Kepergian Hamzah Sulaiman meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi dunia seni, budaya, dan pariwisata Yogyakarta.
Warisan karyanya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak kalangan. ***
Artikel Terkait
Nawacita Awards 2024, Ajang Penghargaan untuk Penggerak Politik, Ekonomi, dan Budaya di Era Digital
Kepulauan Karimunjawa, 'The Paradise of Java' Wisata Alam, Kuliner, dan Budaya yang Wajib Dikunjungi
Dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Latih Karang Taruna Desa Boti dalam Kepemimpinan dan Pelestarian Budaya Dayak Jawant Sekadau
Yuk Jalan-jalan ke Desa Batuan Sukawati di Gianyar Bali, Desa BRILiaN dengan Sejuta Potensi Alam dan Budaya
Kebaya Resmi Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda
Pesan Menyentuh Titiek Puspa yang Baru Terungkap Setelah Wafat, Terkait Generasi Muda dan Seni Budaya Tanah Air