Pesan Menyentuh Titiek Puspa yang Baru Terungkap Setelah Wafat, Terkait Generasi Muda dan Seni Budaya Tanah Air

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 11 April 2025 | 09:22 WIB
Potret Penyanyi Legendaris Tanah Air, Titiek Puspa. (Instagram @titiekpuspa_official)
Potret Penyanyi Legendaris Tanah Air, Titiek Puspa. (Instagram @titiekpuspa_official)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Penyanyi legendaris Tanah Air, Titiek Puspa, tutup usia pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB.

Sosok yang akrab disapa Eyang Puspa ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 87 tahun, setelah menjalani perawatan intensif di RS Medistra, Jakarta.

Baca Juga: Trump Bisa Ketar-ketir! ASEAN Kompak Hadapi Trump, Prabowo Bahas Respons AS Bersama Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei

Kepergian Eyang Puspa mengejutkan banyak pihak, khususnya para penggemar dan insan seni Indonesia.

Salah satu yang turut berduka adalah presenter dan kreator konten Deddy Corbuzier, yang membagikan pesan terakhir Titiek Puspa melalui kanal YouTube-nya.

Menurut Deddy, pesan tersebut merupakan amanat pribadi dari Eyang Puspa yang diminta untuk tidak dipublikasikan hingga ia wafat.

“Eyang Titiek Puspa setelah podcast bisik-bisik ke saya: ‘Ded, kayaknya pesan yang ini selama saya hidup tidak akan didengarkan. Simpan videonya,’” ungkap Deddy dalam video yang tayang pada Kamis, 10 April 2025.

Baca Juga: Menguak Fakta Kratom Si Pohon Uang, Herbal Berkhasiat atau Bahaya Tersembunyi?

Deddy menambahkan, “Kini saatnya. Kita kehilangan seorang pahlawan seni.”

Pesan yang disampaikan Titiek Puspa berisi keprihatinan mendalam terhadap minimnya perhatian terhadap seni budaya Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

“Saya kagum kepada para leluhur saya yang telah menciptakan seni budaya Indonesia yang luar biasa. Dari Sabang sampai Merauke, semuanya berbeda, kan?” ujar Titiek Puspa dalam video tersebut.

Ia mempertanyakan mengapa kekayaan seni budaya bangsa belum dilestarikan secara serius, padahal begitu beragam dan penuh nilai.

Baca Juga: Forum Perempuan Diaspora NTT Jakarta Audiensi dengan Komnas Perempuan dan Komnas HAM, Kawal Kasus Kejahatan Seksual Mantan Kapolres Ngada

Sebagai contoh, Eyang Puspa menyoroti kesenian tradisional seperti wayang orang dan kisah-kisah legenda yang bisa diangkat dalam bentuk teater atau drama musikal.

Namun, menurutnya, pementasan seni budaya seperti ini masih belum mendapat tempat istimewa, bahkan di ibu kota negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X