Prabowo Ungkap Kekaguman terhadap Sejarah Turki, Begini Pujian kepada Ataturk dan Mehmed II

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 11 April 2025 | 09:11 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Ankara, Turkiye disambut hangat secara langsung dengan karpet berwarna biru langit oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan, Rabu (9/4) pukul 19:30 waktu setempat. (Setpres)
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Ankara, Turkiye disambut hangat secara langsung dengan karpet berwarna biru langit oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan, Rabu (9/4) pukul 19:30 waktu setempat. (Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, ANKARA -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah Turki, khususnya kepada dua tokoh besar yaitu Mustafa Kemal Atatürk dan Sultan Mehmed II atau yang dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di hadapan Parlemen Turki, Kamis, 10 April 2025, di Ankara.

Baca Juga: Tablet Rp1,9 Juta dari Advan, Sketsa 3 Tawarkan Paket Lengkap untuk Pelajar dan Konten Kreator

“Saudara-saudara yang saya hormati, saya secara pribadi adalah pengagum sejarah Turki. Saya mempelajarinya, saya terinspirasi oleh sejarah Turki, oleh sejarah saudara-saudara sekalian. Dua pahlawan yang menjadi panutan dan ikon bagi saya adalah Mustafa Kemal Atatürk dan Mehmed Sang Penakluk,” ujar Prabowo.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya memiliki patung Mustafa Kemal Atatürk yang dipajang baik di kantor maupun di rumah pribadinya di Jakarta.

“Kalau saudara datang ke kantor saya di Jakarta, atau ke rumah saya, Anda akan melihat patung Mustafa Kemal Atatürk di sana,” tuturnya.

Baca Juga: Advan Sketsa 3 Rilis, Tablet Rp1,9 Juta Sudah Dapat Keyboard dan Stylus! Tak Hanya untuk Pelajar dan Mahasiswa, Cocok juga untuk Karyawan

Menurut Prabowo, bagi negara-negara yang sedang berkembang, sosok Mustafa Kemal merupakan simbol dari keberanian, kepemimpinan, patriotisme, dan semangat pantang menyerah.

“Saudara-saudara sekalian, saya meyakini bahwa di tengah situasi geopolitik global saat ini, dunia membutuhkan kepemimpinan yang serupa—kepemimpinan yang berani dan bijaksana, sebagaimana yang tercermin dalam sosok Mustafa Kemal,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X