PONTIANAKGLOBE.COM, ANKARA -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah Turki, khususnya kepada dua tokoh besar yaitu Mustafa Kemal Atatürk dan Sultan Mehmed II atau yang dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di hadapan Parlemen Turki, Kamis, 10 April 2025, di Ankara.
Baca Juga: Tablet Rp1,9 Juta dari Advan, Sketsa 3 Tawarkan Paket Lengkap untuk Pelajar dan Konten Kreator
“Saudara-saudara yang saya hormati, saya secara pribadi adalah pengagum sejarah Turki. Saya mempelajarinya, saya terinspirasi oleh sejarah Turki, oleh sejarah saudara-saudara sekalian. Dua pahlawan yang menjadi panutan dan ikon bagi saya adalah Mustafa Kemal Atatürk dan Mehmed Sang Penakluk,” ujar Prabowo.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya memiliki patung Mustafa Kemal Atatürk yang dipajang baik di kantor maupun di rumah pribadinya di Jakarta.
“Kalau saudara datang ke kantor saya di Jakarta, atau ke rumah saya, Anda akan melihat patung Mustafa Kemal Atatürk di sana,” tuturnya.
Menurut Prabowo, bagi negara-negara yang sedang berkembang, sosok Mustafa Kemal merupakan simbol dari keberanian, kepemimpinan, patriotisme, dan semangat pantang menyerah.
“Saudara-saudara sekalian, saya meyakini bahwa di tengah situasi geopolitik global saat ini, dunia membutuhkan kepemimpinan yang serupa—kepemimpinan yang berani dan bijaksana, sebagaimana yang tercermin dalam sosok Mustafa Kemal,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Bisa Atasi Nyeri hingga Depresi? Ini Fakta Menarik soal Kratom, Pohon Pabrik Uang yang Banyak Tumbuh di Kalbar
Cara Budidaya Kratom, Tanaman Kontroversial yang Bisa Jadi Ladang Cuan
Menguak Fakta Kratom Si Pohon Uang, Herbal Berkhasiat atau Bahaya Tersembunyi?
Trump Bisa Ketar-ketir! ASEAN Kompak Hadapi Trump, Prabowo Bahas Respons AS Bersama Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei
Prabowo Pidato Penuh Semangat di Parlemen Turki, Begini Kata Presiden Indonesia tentang Dukungan Terhadap Palestina
Prabowo Pidato di Turki, Prihatin Dunia Kini Saksikan Penindasan Bangsa Kuat terhadap yang Lemah