Cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta Jadi Sorotan karena Kritik HAM Lewat Cara Berbusana

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:39 WIB
Potret Gustika Jusuf Hatta mengenakan kebaya hitam yang dipadukan dengan batik slobog di istana merdeka. (Instagram @gustikajussuf)
Potret Gustika Jusuf Hatta mengenakan kebaya hitam yang dipadukan dengan batik slobog di istana merdeka. (Instagram @gustikajussuf)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Gustika Jusuf Hatta, cucu Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta, tengah ramai diperbincangkan publik usai hadir dalam upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, 17 Agustus 2025.

Sorotan bukan hanya karena statusnya sebagai cucu proklamator, tetapi juga karena sikap kritis yang ditunjukkan melalui busana.

Baca Juga: Kemendag Sita 19.391 Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp112 Miliar di Bandung, Ternyata Berasal dari 3 Negara Ini

Gustika tampil mengenakan kebaya hitam dengan batik slobog, kain yang biasanya dipakai dalam suasana duka, sebagai bentuk protes simbolis terhadap kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Lewat unggahan di Instagram, ia juga menegaskan kritiknya secara terbuka, yang membuat namanya semakin ramai diperbincangkan warganet.

Sejak remaja, Gustika aktif di berbagai forum global.

Pada 2012 ia menjadi delegasi muda Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC COP18) di Qatar, dan setahun kemudian mewakili Indonesia di UNESCO Youth Forum ke-8.

Latar belakang akademiknya pun bertaraf internasional.

Gustika meraih gelar Bachelor of Arts (Hons) bidang War Studies dari King’s College London (2015).

Baca Juga: Trump Perluas Tarif 50 Persen, 400 Produk Termasuk Suku Cadang Mobil dan Furnitur Kena Dampak

Ia sempat belajar di Institut d’Etudes Politiques de Lyon, mengikuti program singkat di Universitas Oxford dan Sotheby’s Institute of Art, serta kini menempuh Master of Advanced Studies di Geneva Academy dengan fokus hukum humaniter internasional.

Dalam kariernya, Gustika pernah magang di Delegasi Indonesia untuk UNESCO dan misi tetap Indonesia di PBB.

Ia pernah menjadi peneliti di CSIS Indonesia, hingga aktif di lembaga HAM Imparsial (2020–2022) dengan fokus isu Papua, reformasi sektor keamanan, dan kekerasan politik.

Ia juga aktif sebagai konsultan muda di Plan International Indonesia, anggota Dewan Pengawas YOI, serta panel penasihat remaja UNFPA Indonesia. Prestasinya meliputi ASEAN Youth Fellowship (2018) hingga beasiswa pelatihan dari The Hague Academy (2022).

Meski cucu Bung Hatta, Gustika dikenal sederhana dan mandiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X